5 Kabar Baik Seputar Perubahan Iklim dan Lingkungan pada 2023
📅 Selasa, 23 Jan 2024, 14:51 WIB | Oleh: Tim PenulisPemenuhan target juga diikuti komitmen bersama untuk mengakhiri subsidi senilai US$500 miliar(Rp7.801 triliun) per tahun yang merusak lingkungan.
Kesepakatan ini bukan pekerjaan gampang, mengingat dunia hanya memiliki waktu enam tahun untuk memenuhi target tersebut. Apalagi, setiap negara berkepentingan menjaga kelangsungan ekonomi mereka sehingga risiko kehilangan biodiversitas masih menghantui.
Indonesia pun menyepakati komitmen ini dengan merumuskan arah pembangunan berkelanjutan yang mengarusutamakan keanekaragaman hayati. Melalui Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2023, Presiden Joko Widodo mengamanatkan para menteri dan lembaga terkait untuk menyiapkan strategi, melakukan pembinaan dan pengawasan aparat negara hingga daerah dalam pengelolaan keanekaragaman hayati.
3. Babak lanjutan antipolusi plastik
Sebaiknya Anda baca juga:
Persoalan pencemaran udara, air, dan kawasan lainnya sudah banyak menjadi agenda global. Pada 2022, dunia menyepakati penerbitan kesepakatan global untuk mengakhiri polusi plastik pada 2040.
Tahun 2023 merupakan waktu penentuan karena di tahun inilah PBB menerbitkan zero draft yang berisikan gagasan dan target dunia untuk dituangkan dalam Perjanjian Plastik Global (The Global Plastics Treaty). Harapannya, perjanjian tersebut dapat disepakati dan berlaku tahun 2024 ini.
4. Pertumbuhan moncer kendaraan listrik
Sebaiknya Anda baca juga:
Sejak 2019, pemerintah berupaya mempercepat adopsi kendaraan listrik di masyarakat dengan mengguyur insentif bea masuk hingga insentif biaya pembelian maupun konversi.
Pada 2023, usaha tersebut mulai membuahkan hasil. Penjualan mobil listrik naik pesat hingga 237% dibandingkan 2022. Tren ini diperkirakan berlanjut pada 2024.
Kenaikan tersebut menjadi kabar baik karena jejak emisi kendaraan listrik sebagian besar berada di proses produksi dan pengadaan. Studi juga menyatakan kebijakan pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia berdampak positif bagi perekonomian kita.
Kabar baik lainnya dari sektor ekonomi adalah pengesahan Taksonomi Keuangan Berkelanjutan ASEAN pada tahun lalu. Kebijakan ini kemudian memicu Otoritas Jasa Keuangan (OJK) merumuskan kembali Taksonomi Hijau. Taksonomi berguna sebagai panduan lembaga keuangan untuk lebih banyak mengucurkan uangnya ke sektor yang benar-benar ramah lingkungan.
5. Tren positif teknologi ramah Bumi
Teknologi hijau merupakan salah satu penopang dunia untuk bertransisi ke kehidupan yang berkelanjutan. Ini mencakup teknologi pemantauan cuaca, pemantauan kualitas udara dan air, bangunan hijau, pengelolaan air, dan sebagainya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!