Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
pasang iklan di koran jakarta
Ads

Selangkah Lagi! Airlangga Ungkap IEU-CEPA Tinggal Menanti Persetujuan Dewan UE

28 Sabtu, 04 Jul 2026, 07:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Selangkah Lagi! Airlangga Ungkap IEU-CEPA Tinggal Menanti Persetujuan Dewan UE Selangkah Lagi! Airlangga Ungkap IEU-CEPA Tinggal Menanti Persetujuan Dewan UE Doc: ANTARA/HO-Kementerian Koordinator Bidang Perekonom
Ket. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Jakarta.

JAKARTA – Kesepakatan Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) bisa menjadi pintu masuk yang lebih lebar bagi produk-produk Indonesia untuk menembus pasar Eropa.

Dengan hambatan perdagangan yang semakin berkurang, pelaku usaha dalam negeri berpeluang meningkatkan ekspor, memperluas pasar, sekaligus menarik lebih banyak investasi dari kawasan Eropa.

Namun, peluang besar ini juga datang dengan tantangan. Industri nasional perlu terus meningkatkan kualitas produk, memenuhi standar lingkungan dan keberlanjutan, serta memperkuat daya saing agar mampu bersaing di pasar internasional.

Jika dimanfaatkan secara optimal, IEU-CEPA tidak hanya akan mendorong pertumbuhan ekspor, tetapi juga mempercepat transformasi industri Indonesia menuju pasar global yang lebih kompetitif.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan, proses Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) memasuki tahap krusial setelah Komisi Eropa mengajukan usulan penandatanganan dan pengesahan (conclusion) IEU-CEPA beserta Investment Protection Agreement (IPA) kepada Dewan Uni Eropa (Council of the European Union).

Menurut dia, langkah tersebut menjadi tonggak penting menuju penyelesaian perjanjian dagang yang telah dirundingkan Indonesia dan Uni Eropa selama bertahun-tahun.

"Presiden RI Prabowo Subianto berharap hal ini dapat menjadi game changer bagi pasar global. Ketika Indonesia dan Uni Eropa bekerja sama mengembangkan pasar, saya yakin kita dapat membawa skala pertumbuhan yang signifikan ke Uni Eropa dan ke kawasan Indo-Pasifik, di mana Indonesia merupakan ekonomi terbesar di ASEAN," kata Airlangga dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.

Setelah diajukan ke Dewan Uni Eropa, IEU-CEPA dan IPA akan dibahas untuk memperoleh persetujuan.

Apabila disetujui, kedua perjanjian tersebut selanjutnya akan diajukan kepada Parlemen Eropa untuk mendapatkan persetujuan akhir sebelum resmi disahkan dan mulai berlaku.

Di sisi lain, Pemerintah Indonesia juga terus menjalankan proses ratifikasi sesuai mekanisme nasional agar implementasi IEU-CEPA bisa berjalan sesuai target.

Airlangga mengatakan pemerintah menargetkan proses ratifikasi dapat diselesaikan pada semester II 2026 sehingga implementasi perjanjian dapat dimulai pada awal 2027.

"Kami menargetkan proses ratifikasi IEU-CEPA dapat diselesaikan pada semester II 2026 sehingga implementasinya dapat dimulai pada awal 2027," ujarnya.

Bagi Uni Eropa, IEU-CEPA dan IPA merupakan bagian dari strategi untuk mendiversifikasi kemitraan ekonomi, memperkuat hubungan perdagangan dan investasi dengan mitra strategis, membuka peluang ekspor baru, serta meningkatkan ketahanan rantai pasok energi dan bahan baku.

Sementara bagi Indonesia, implementasi IEU-CEPA diharapkan memperluas akses pasar ekspor ke Uni Eropa, meningkatkan daya saing produk nasional, menarik investasi berkualitas, serta memperkuat posisi Indonesia dalam rantai nilai global.

Melalui perjanjian tersebut, Uni Eropa juga akan menghapus bea masuk terhadap 98,5 persen pos tarif, menyederhanakan prosedur ekspor berbagai produk ke Indonesia, membuka peluang investasi di sektor strategis seperti kendaraan listrik, elektronik, dan farmasi, serta memperkuat perlindungan hak kekayaan intelektual dan ketahanan rantai pasok.

Airlangga menilai, implementasi IEU-CEPA akan menjadi katalis bagi peningkatan produktivitas industri nasional, penciptaan lapangan kerja, dan pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif serta berkelanjutan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Olahraga
Hasil Piala Liga: Arsenal K...
Olahraga
Pemain PSG Kvaratskhelia Su...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Menteri ATR/BPN Nusron Wahid Dikabarkan Dipanggil KPK Hari Ini, MAKI: Jika Mangkir Lagi KPK Harus Jemput Paksa

Menteri ATR/BPN Nusron Wahid Dikabarkan Dipanggil KPK Hari Ini, MAKI: Jika Mangkir Lagi KPK Harus Jemput Paksa

28 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.