Kunker di Malang, Puan Beri 3 Pesan untuk Perempuan Pegiat Koperasi
📅 Senin, 22 Jan 2024, 10:26 WIB | Oleh: Lili Lestari
Doc: dpr.go.id
JAKARTA - Ketua DPR RI Puan Maharani bertemu para perempuan pegiat Koperasi di Malang saat kunjungan kerja di Jawa Timur. Ia memberikan motivasi dengan tiga pesan dalam upaya mengembangkan kerja-kerja pegiat Koperasi.
"Saya senang sekali bisa bertemu Ibu-Ibu semua anggota Kopwan Setia Budi Wanita karena Koperasi adalah soko guru perekonomian Indonesia," kata Puan mengawali sambutannya, dikutip dari media resmi DPR RI.
Perempuan pertama yang menjabat Ketua DPR RI ini mengatakan, koperasi adalah tulang punggung-nya ekonomi Indonesia. Menurut Puan, ketika koperasinya kuat maka ekonomi Indonesia bisa berdikari alias bisa berdiri di kaki sendiri.
"Apalagi koperasi ini adalah Koperasi Wanita. Kita tahu wanita atau perempuan itu biasanya lebih teliti kalau bekerja, sering juga lebih gigih," tuturnya.
Dalam kesempatan tersebut, Puan memberikan tiga pesan terkait koperasi kepada para perempuan pegiat koperasi. Pesan pertama adalah pentingnya anggota Kopwan melakukan digitalisasi dan inovasi.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Perempuan, ibu-bu, tidak boleh gaptek. Koperasi sudah perlu mulai digitalisasi dan inovasi supaya tidak ketinggalan zaman. Di era seperti sekarang dan ketika generasi muda banyak aktif di dunia digital maka koperasi sudah perlu melek digital," katanya.
"Digitalisasi ini bukan hanya soal cara penjualan ya tetapi juga dalam hal manajemennya, pengelolaannya juga sudah menggunakan teknologi supaya lebih rapih. Kalau sudah rapi maka kerjanya lebih enak," lanjutnya.
Pesan selanjutnya, Koperasi harus terus melakukan upgrade keahlian sumber daya manusia (SDM). Hal ini penting karena di Koperasi, SDM adalah faktor utama.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Jadi kalau kita mau koperasi naik kelas maka SDM-nya harus naik kelas terlebih dahulu. Kekuatan koperasi adalah anggotanya," terang Puan.
Upgrade SDM pun dinilai dapat membuat perempuan lebih berdaya. Lebih lanjut, Puan menyampaikan pesan ke-3 yang perlu dilakukan oleh pegiat Koperasi demi menunjang usaha-usaha mereka.
"Hal ke-3 yang perlu diingat adalah ketika sebuah koperasi menjadi semakin besar tetap jangan pernah melupakan nilai utama koperasi yaitu gotong royong," sebut cucu Bung Karno tersebut.
Puan mengatakan, koperasi yang tidak menerapkan nilai gotong-royong artinya sudah bukan lagi Koperasi. Oleh karenanya ia meminta anggota Kopwan di Malang untuk selalu mengingat dan menerapkan gotong-royong.
Selain menyampaikan pesan-pesan, Puan juga berdialog dengan anggota Kopwan yang hadir. Kepada Puan, Ketua Umum Kopwan SBW Sri Untari Bisowarno meminta agar DPR segera membahas RUU Perkoperasian sehingga pegiat Koperasi memiliki pegangan hukum yang rigid. Mereka berharap beleid soal Koperasi kembali seperti UU tahun 1992.
"Kami juga harap UU nantinya mengatur agar tidak semua Koperasi masuk OJK (bayar pajak). Kalau semua masuk bisa kelimpungan karena asetnya belum banyak," ucap Sri Untari.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!