Periplus Laut Erythraean, Catatan Perdagangan Romawi dengan India
📅 Selasa, 16 Jan 2024, 06:10 WIB | Oleh: Haryo BronoJumlah perdagangan Romawi yang melewati pelabuhan Laut Merah meningkat drastis ketika Kaisar Romawi Augustus (memerintah 27 SM-14 M) membawa Mesir ke bawah kendalinya pada 30 SM. Ahli geografi, filsuf, dan sejarawan Yunani Strabo melaporkan bahwa pada zamannya, 120 kapal berlayar secara teratur dari Mesir ke India, padahal sebelumnya sangat sedikit yang melakukan perjalanan, tulis kata Strbo dalam buku The Geography of Strabo's (2012).
Dua jalur perdagangan utama muncul di bawah Kekaisaran Romawi yang membentang sekitar 4.800 kilometer. Ada jalur selatan yang menyusuri Laut Merah dan kemudian menyusuri pantai timur Afrika hingga Rhapta, dekat Dar es Salaam saat ini, dan jalur lainnya juga menyusuri Laut Merah tetapi kemudian menuju ke timur melintasi Samudra Hindia menuju pelabuhan di India.
Perjalanan penuh menyusuri pantai Afrika dari Mesir memakan waktu sekitar dua tahun, sedangkan perjalanan ke India dan kembali lagi memakan waktu hampir satu tahun. Kapal-kapal yang membawa barang-barang menuju Afrika dan India meninggalkan pelabuhan Laut Merah antara Juli dan September dan diarahkan ke selatan menuju tengah Laut Merah untuk menghindari garis pantai yang berbahaya.
Kapal-kapal yang menuju pelabuhan Afrika kemudian menuju ke Tanjung Guardafui di Tanduk Afrika dan kemudian ke selatan ke Rapta, yang berbatasan dengan pantai Afrika. Kapal-kapal tersebut menuju India, berlayar menuju pelabuhan Aden dan Qana' di pesisir selatan Arabia, kemudian terbawa angin muson melintasi perairan terbuka Samudra Hindia hingga ke barat daya India.
Sebaiknya Anda baca juga:
Periplus menggambarkan perjalanan di sepanjang pantai Arabia. Tepat di bawah tempat ini terdapat negara Arabia yang bersebelahan, yang panjangnya berbatasan dengan Laut Erythraean. Suku-suku yang berbeda menghuni negara ini, berbeda dalam cara bicaranya, ada yang sebagian, dan ada yang sama sekali.
Daratan di sebelah laut juga dipenuhi gua-gua nelayan pemakan ikan di sana-sini. Di daerah pedalamannya dihuni oleh orang-orang liar yang berbicara dalam dua bahasa, yang tinggal di desa-desa dan kamp-kamp nomaden, yang oleh mereka yang berlayar dari jalur tengah dijarah, dan awak kapal yang masih hidup diambil sebagai budak. hay/And
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!