Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Periplus Laut Erythraean, Catatan Perdagangan Romawi dengan India

📅 Selasa, 16 Jan 2024, 06:10 WIB | Oleh:
Periplus Laut Erythraean, Catatan Perdagangan Romawi dengan India Doc: afp/ KARIM SAHIB

Antara Laut Merah hingga India merupakan rute perdagangan penting di zaman kuno. Periplus Laut Erythraean menggambarkan rute dagang, kondisi pesisir, dan barang yang diperdagangkan antara Romawi dengan India pada abad pertama masehi.

Di masa lalu, periplus sangat penting bagi pelaut. Informasi yang ada memberi panduan atau catatan bagi pelaut untuk berlayar yang berguna dalam memperkirakan jarak, agar kapten kapal dapat menemukan sebuah pesisir.

Salah satu periplus yang terkenal adalah Periplus Laut Erythraean, yang berisi catatan tertulis dari saksi mata perjalanan kuno ke Afrika dan India melalui Laut Merah. Periplus ini dicatat oleh seorang penulis Mesir berbahasa Yunani yang tidak dikenal pada abad ke-1 Masehi (M).

Dalam penjelasan rinci ini dijelaskan kondisi rute, pelabuhan di sepanjang jalan, perilaku penduduk setempat, serta impor dan ekspor utama. Periplus yang dalam bahasa Latin ini dengan nama Periplus Maris Erythraei. Sejarawan Wilfred Harvey Schoff dalam buku The Periplus of the Erythræan Sea (2018) menyatakan periplus ini adalah catatan perdagangan yang menakjubkan di dunia kuno.

"Periplus Laut Erythraean adalah salah satu dokumen manusia, seperti jurnal Marco Polo dan Columbus dan Vespucci, yang tidak hanya mengungkapkan usaha individu, namun kebangkitan seluruh perlombaan menuju bidang baru penemuan geografis dan pencapaian komersial," tulis Schoff.

"Ini adalah rekor pertama perdagangan terorganisir dengan negara-negara Timur, dengan kapal yang dibangun dan dikomandoi oleh warga Dunia Barat. Hal ini menandai berbaliknya gelombang perdagangan yang telah mengarah ke satu arah, tanpa henti, sejak awal sejarah," imbuh dia.

Periplus Laut Erythraean diikenal dari satu manuskrip yang sekarang ada di Museum Heidelberg dan disimpan dari awal abad ke-10. Salinannya kemudian disimpan di British Museum. Catatannya ditulis dalam campuran bahasa Yunani klasik dan umum antara tahun 40-55 M.

Laut Erythraean adalah nama kuno untuk perairan yang terletak di antara Tanduk Afrika dan Semenanjung Arab. Periplus yang ditemukan itu kemungkinan besar adalah buku harian pedagang, yang berisi informasi pertama tentang lebih dari setengah penduduk pesisir Afrika timur.

Tanggal penulisannya hanya dapat diduga berdasarkan rujukannya pada tempat dan peristiwa. Penulis menyebutkan penemuan jalur menuju India oleh Hippalus, yang diyakini para sejarawan terjadi sekitar tahun 47 M. Hampir semua ahli percaya bahwa periplus lebih awal dari Natural History karya Pliny, yang diketahui diterbitkan antara tahun 73 dan 77 M.

Bahkan ada argumen yang dibuat bahwa Pliny mungkin meminjam dari periplus, meskipun saran ini tidak meyakinkan. Schoff (1912) dan yang lainnya telah menempatkan tanggal yang paling mungkin untuk periplus pada tahun 60 M.

Dari catatan tersebut, terlihat jelas bahwa penulisnya sendiri yang melakukan perjalanan ke India. Dia tinggal di Berenice di Laut Merah daripada di Alexandria, karena dia tidak menceritakan perjalanan menyusuri Sungai Nil dan melintasi gurun dari Coptos, yang dijelaskan panjang lebar oleh Strabo dan Pliny.

Diperkirakan bahwa dia bukanlah orang yang berpendidikan tinggi seperti yang terlihat dari seringnya kebingungan antara kata-kata Yunani dan Latin serta konstruksinya yang kikuk dan terkadang tidak tata bahasa.

"Nilai terbesar dari karyanya bukanlah pada bidang sastra, tetapi pada catatannya yang dapat dipercaya mengenai perdagangan di Samudra Hindia dan pemukiman di sekitar pantainya; mengenai hal tersebut, hingga zamannya, kita hampir tidak memiliki apa pun yang bersifat cerdas dan komprehensif," tulis Schoff.

Perdagangan Timur Roma

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Piala Dunia, Tim-tim Favorit Lolos ke Fase Gugur   

Piala Dunia, Tim-tim Favorit Lolos ke Fase Gugur  

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.