Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Hawaii Gunakan Baterai Tesla untuk Gantikan PLTU

📅 Sabtu, 13 Jan 2024, 00:00 WIB | Oleh:
Hawaii Gunakan Baterai Tesla untuk Gantikan PLTU Doc: ISTIMEWA
Ket. Penyimpanan Energi Baterai Tesla Megapack di proyek Kapolei Energy Storage.

HONOLULU - Pemerintah Hawaii pada Kamis (11/1) secara resmi mengaktifkan sistem baterai Tesla Megapack di Kapolei Energy Storage, untuk menggantikan pembangkit listrik tenaga uap batu bara terakhir di pulau itu.

Dikutip dari Electrek, pada awal tahun 2022, Tesla dilaporkan telah menerapkan Megapack di proyek penyimpanan energi baru untuk menggantikan pembangkit listrik tenaga batu bara terakhir yang tersisa di Hawaii.

Proyek tersebut, yang disebut Kapolei Energy Storage, terletak di sisi barat industri Oahu dan terdiri dari sistem Tesla Megapack berkapasitas 185 Megawatt/565Megawatt per jam.

Ironisnya, Megapack tersebut tiba pada akhir tahun 2022 bersamaan dengan pengiriman batu bara terakhir Hawaii untuk pembangkit listrik tenaga batu bara terakhir di negara bagian tersebut, yang ditutup pada bulan September tahun yang sama.

Butuh beberapa saat, namun hari ini, Plus Power, yang memiliki dan mengoperasikan sistem baterai, mengumumkan bahwa proyek penyimpanan energi kini telah aktif. "Ini adalah sistem penyimpanan energi baterai skala jaringan paling canggih di dunia," klaim perusahaan itu.

Transisi Tenaga Listrik

Plus Power mengumumkan telah mulai mengoperasikan fasilitas Penyimpanan Energi Kapolei di Oahu, Hawaii, untuk membantu transisi tenaga listrik negara bagian tersebut dari batu bara dan minyak ke tenaga surya dan angin.

Sebanyak 158 unit baterai Tesla Megapack 2 XL akan digunakan untuk pengalihan beban dan layanan respons frekuensi cepat di jaringan Hawaii Electric. Hal ini akan memungkinkan penggunaan energi terbarukan yang semakin meningkat di negara bagian ini dengan lebih baik.

Plus Power mengklaim bahwa ini adalah "baterai tercanggih di dunia" karena kemampuan layanan jaringan listriknya yang luas.

"Ini merupakan tonggak penting dalam transisi menuju energi ramah lingkungan. Ini adalah pertama kalinya baterai digunakan oleh perusahaan utilitas besar untuk menyeimbangkan jaringan listrik yaitu memberikan respons frekuensi yang cepat, inersia sintetis, dan start hitam. Proyek ini adalah sebuah gambaran dari masa depan, baterai akan segera menyediakan layanan ini, dalam skala besar, di daratan," terang Ketua Eksekutif Plus Power, Brandon Keefe.

Menariknya, Plus Power mengungkapkan bahwa Tesla Megapack yang mereka gunakan dibuat dengan sel baterai lithium iron phosphate (LFP).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

DPR Merespons Berbagai Isu Terkini

41 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
DPR Merespons Berbagai Isu ...
Luar Negeri
Presiden Marcos Jr Desak Pa...
Luar Negeri
Thaksin Shinawatra Diberi P...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.