Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Timbel Sebabkan Beragam Gangguan Kesehatan pada Anak

📅 Kamis, 11 Jan 2024, 00:00 WIB | Oleh:
Timbel Sebabkan Beragam Gangguan Kesehatan pada Anak Doc: ANTARA/SEAN MUHAMAD
Ket. Peneliti dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, dr Ari Prayogo SpA (kedua dari kiri), dalam diskusi yang berjudul Pencegahan Dampak Kesehatan Pajanan Timbel Lingkungan di Jakarta, Rabu (10/1).

JAKARTA - Timbel dapat menyebabkan beragam gangguan kesehatan pada manusia, khususnya pada anak. Timbel dapat mengganggu kesehatan dalam jangka pendek, bisa melalui inhalasi atau ingesti, dihirup maupun dimakan.

"Timbel dapat menyebabkan beragam gangguan kesehatan pada manusia, khususnya pada anak," kata Peneliti dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), dr Ari Prayogo, SpA, dalam diskusi bertajuk Pencegahan Dampak Kesehatan Pajanan Timbel Lingkungan, di Jakarta, Rabu (10/1).

Seperti dikutip dari Antara, Ari mengatakan dalam jangka pendek, timbel yang masuk ke dalam tubuh dapat masuk ke dalam sel darah merah dan mengganggu fungsi organ tubuh manusia. Pada anak-anak, penyerapan pajanan timbel bisa terjadi dua sampai tiga kali lipat lebih mudah dibandingkan pada orang dewasa.

Sedangkan dalam jangka panjang, kata Ari, pajanan timbel yang terpapar dapat mengganggu fungsi sumsum tulang belakang dalam menghasilkan sel darah merah, yang dapat mengakibatkan anemia.

"Pada akhirnya, anaknya mengalami gangguan pertumbuhan dan perkembangan. Anak dengan Kadar Timbel Darah (KTD) yang tinggi dengan disertai anemia dapat mengalami gangguan perkembangan sebesar empat kali lipat," ujar Dokter Spesialis Anak itu.

Alat Masak

Pajanan timbel, kata Ari, dapat ditemukan pada benda-benda logam, namun tidak menutup kemungkinan pajanannya juga dapat ditemui di benda sehari-hari seperti alat masak.

Lebih lanjut, Ari menyebutkan timbel tidak dapat dirasakan atau dicium. Selain itu, dampak yang ditimbulkan oleh pajanan timbel tidak dapat dirasakan langsung oleh manusia.

Diketahui, penelitian yang dilakukan oleh FKUI bersama Yayasan Pure Earth Indonesia terhadap 564 anak-anak di empat wilayah yang berpotensi tercemar timbel dan satu wilayah netral di Pulau Jawa pada 2023 membuktikan 28 persen anak memiliki KTD sebesar 5-65 μg/dL.

Padahal, Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) menetapkan batas maksimal KTD pada anak sebesar 5 μg/dL. Pihak yang sama juga menetapkan angka KTD sebesar 45 μg/dL sebagai ambang batas rekomendasi terapi.

Oleh karena itu, dia mengimbau kepada masyarakat agar berhati-hati dalam menggunakan peralatan sehari-hari agar tidak terkena pajanan timbel. Salah satunya adalah dengan cara menjaga kebersihan dan mencuci tangan sebelum makan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.