Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BPBD Sumut lakukan antisipasi dini bencana hidrometeorologi

📅 Rabu, 10 Jan 2024, 21:35 WIB | Oleh:
BPBD Sumut lakukan antisipasi dini bencana hidrometeorologi Doc: ANTARA/Yudi
Ket. Ilustrasi - Sejumlah petugas kesehatan dari Direktorat Samapta Polda Sumatera Utara memeriksa kesehatan warga yang terdampak banjir di Desa Tanjung Sari, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Selasa (14/11/2023).

Medan - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Utara melakukan antisipasi dini potensi bencana hidrometeorologi berdasarkan peringatan yang disampaikan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BKMG).

Penata Penanggulangan Bencana Ahli Muda Dariyus M. Sinulingga, di Medan, Rabu mengatakan bencana hidrometeorologi merupakan bencana yang terjadi karena iklim dan cuaca sehingga diperlukannya data dari BMKG

"Risikobencana hidrometeorologi sudah dipetakan untuk masing-masing kabupaten/kota di wilayah ini. BPBD selalu mengkonfirmasi dari data dan informasi dari BMKG terkait iklim, karena bencana hidrometeorologi pemicu terjadinya adalah iklim dan cuaca," ujarnya.

Ia menjelaskan pihaknya menerima laporan hidrometeorologi dari BMKG sebanyak tiga kali dalam sehari untuk memperkuat antisipasi bencana tersebut.

"Jadi bencana-bencana tersebut sangat bergantung kepada laporan hidrometeorologi dari BMKG, Kami mendapat laporan tiga kali dalam sehari, pagi, siang, malam," katanya.

Menurutnya, bencana yang terjadi di Sumut didominasi bencana hidrometeorologi yang berada di angka 70-80 persen.

"Berdasarkan data yang ada 70 persen terjadi bencana banjir, banjir bandang, tanah longsor, kebakaran hutan dan lahan, lalu sisanya bencana geologi seperti, gempa, gerakan tanah dan erupsi Gunungapi," sebutnya.

Untuk itu, pihaknya mengimbau masyarakat untuk juga selalu memantau kondisi cuaca yang disampaikan dari BMKG guna meminimalisir korban dari dampak bencana tersebut.

"Penjabat Gubernur Sumatera Utara sudah mengeluarkan surat edara terkait peringatan dini potensi bencana hidrometeorologi di wilayah ini," sebutnya.

Berdasarkan Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I menyebutkan, sebanyak 43 kejadian bencana hidrometeorologi terjadi sepanjang tahun 2023.

"BBMKG Wilayah I menganalisis 43 kejadian bencana hidrometeorologi yang signifikan akibat cuaca ekstrem seperti banjir, longsor, dan angin kencang, di mana bencana yang paling sering terjadi yaitu banjir pada bulan Oktober dan November," kata Koordinator Meteorologi BBMKG Wilayah I Ramos Lumban Tobing

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.