Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pengembangan Kawasan Transmigrasi Harus Berbasis Riset

📅 Rabu, 29 Jul 2026, 01:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Pengembangan Kawasan Transmigrasi Harus Berbasis Riset Doc: transmigrasi.go.id
Ket. Pembangunan Kawasan - Kementrans Terjunkan Akademisi ke Kawasan Transmigrasi

Pendekatan ilmiah dinilai penting agar setiap program pembangunan berbasis data, melibatkan masyarakat, dan mampu tingkatkan produktivitas kawasan, investasi, dan perekonomian lokal.

Jakarta – Pengembangan kawasan transmigrasi perlu dilakukan berbasis riset agar kebijakan yang dihasilkan lebih tepat sasaran, sesuai dengan potensi wilayah, serta mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

Pakar kebijakan publik dari Universitas Trisakti Trubus Rahadiansyah menilai pelibatan akademisi menjadi kunci agar setiap kebijakan pengembangan kawasan transmigrasi memiliki landasan ilmiah yang kuat, bukan sekadar berdasarkan asumsi atau pertimbangan sesaat.

"Selama ini banyak kebijakan yang tidak disusun berdasarkan hasil riset. Padahal kebijakan seharusnya melalui data dan kajian ilmiah," kata Trubus, sebagaimana diberitakan Antara di Jakarta, Selasa (28/7).

Menurutnya, pendekatan berbasis riset perlu diterapkan secara konsisten oleh seluruh kementerian dan lembaga agar setiap kebijakan memiliki landasan akademik yang kuat. Namun, ia mengingatkan hasil penelitian tidak boleh berhenti sebagai laporan, melainkan harus dikawal hingga tahap implementasi.

Untuk itu, pemerintah dinilai perlu membentuk tim khusus yang bertugas mengawasi pelaksanaan hasil riset, mulai dari pengawasan, implementasi, hingga evaluasi program di lapangan.

Trubus juga menekankan pentingnya melibatkan pemerintah daerah, akademisi, organisasi masyarakat sipil, komunitas, dan masyarakat transmigrasi dalam proses tersebut agar potensi daerah maupun berbagai kendala dapat diidentifikasi sejak awal.

"Daerah sasaran harus dilibatkan, jadi di situ ada partisipasi publik. Jika muncul kendala, entah kendalanya resistensi masyarakat lokal, atau persoalan infrastruktur, maupun faktor lainnya, ini bisa dibantu," katanya.

Ia menilai sinergi pemerintah pusat dan daerah menjadi faktor penting untuk meningkatkan produktivitas kawasan transmigrasi sekaligus menarik investasi. Selain itu, hasil kajian akademik perlu diterjemahkan menjadi bahasa kebijakan dan program yang mudah dipahami masyarakat agar dapat diterapkan secara efektif.

"Hasil riset harus diubah menjadi bahasa kebijakan dan bahasa program agar mudah diimplementasikan," ujarnya.

Tim Ekspedisi Patriot

Sejalan dengan itu, Kementerian Transmigrasi menjalankan Program Patriot Transmigrasi untuk mengubah paradigma transmigrasi dari sekadar perpindahan penduduk menjadi pembangunan kawasan mandiri berbasis riset, teknologi, dan pemberdayaan ekonomi lokal.

Sebagai bagian dari program tersebut, Kementerian Transmigrasi menerjunkan 1.476 akademisi ke 53 kawasan transmigrasi melalui Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 2026 guna memperkuat pembangunan berbasis riset dan inovasi.

Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi mengatakan TEP 2026 merupakan kelanjutan dari program tahun sebelumnya dengan fokus menindaklanjuti hasil riset serta mengembangkan produk unggulan di kawasan transmigrasi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Hari Santri Nasional

55 menit yang lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

58 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

1 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

1 jam lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.