Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Indonesia Perkuat Posisi sebagai Pasar Pusat Data dengan Pertumbuhan Tercepat di Asia Tenggara

📅 Rabu, 29 Jul 2026, 00:17 WIB | Oleh:
Indonesia Perkuat Posisi sebagai Pasar Pusat Data dengan Pertumbuhan Tercepat di Asia Tenggara Doc: AdobeStock
Ket. Ilustrasi pusat data (data center). Indonesia memiliki kapasitas data center operasional 468 MW dan tambahan 1.957 MW hingga 2030, didorong digitalisasi, AI, cloud, dan investasi hyperscaler.

JAKARTA — Indonesia terus memperkuat posisinya sebagai salah satu pasar data center dengan pertumbuhan tercepat di Asia Tenggara. Percepatan digitalisasi, meningkatnya investasi hyperscaler, serta kuatnya pipeline pengembangan infrastruktur digital menjadi sejumlah faktor yang mendorong pertumbuhan sektor tersebut.

Berdasarkan riset Cushman & Wakefield, Indonesia saat ini memiliki kapasitas operasional data center sebesar 468 megawatt (MW). Sementara itu, tambahan kapasitas sebesar 1.957 MW diproyeksikan mulai beroperasi hingga 2030.

Dalam jangka panjang, potensi ekspansi industri data center Indonesia juga didukung sekitar 4,5 gigawatt (GW) kapasitas yang telah diamankan melalui land bank. Kondisi ini dinilai memberikan fondasi bagi pengembangan infrastruktur data center untuk memenuhi kebutuhan digital yang terus meningkat.

Pertumbuhan tersebut didorong oleh meningkatnya adopsi layanan cloud, percepatan digitalisasi di berbagai sektor industri, pertumbuhan konsumsi data, serta meningkatnya kebutuhan terhadap teknologi kecerdasan buatan (AI) dan komputasi berkepadatan tinggi atau high-density computing.

Selain itu, ekspansi hyperscaler global dan perusahaan pengguna data center atau enterprise occupiers turut meningkatkan kebutuhan terhadap infrastruktur digital di dalam negeri. Perkembangan tersebut memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pasar data center yang semakin penting di kawasan Asia Pasifik.

Momentum pertumbuhan pasar juga terlihat dari sejumlah investasi dan komitmen pendanaan yang diumumkan sepanjang semester pertama 2026. Beberapa perusahaan, antara lain Princeton Digital Group (PDG), Digital Edge, ST Telemedia Global Data Centres (STT GDC), DCI Indonesia, Racks Central, dan Firmus Technologies, mengumumkan pengembangan proyek baru, fasilitas pendanaan, maupun rencana ekspansi di kawasan Jabodetabek dan Batam.

Jabodetabek masih menjadi tujuan utama pengembangan fasilitas hyperscale dan investasi proyek data center. Sementara itu, Batam semakin berkembang sebagai lokasi strategis untuk infrastruktur AI dan komputasi berkinerja tinggi atau high-performance computing.

Head of Data Centre, Research & Advisory, Asia Pacific Cushman & Wakefield, Pritesh Swamy, mengatakan pertumbuhan industri data center Indonesia kini berada pada fase baru yang mempertemukan sektor properti, infrastruktur digital, dan investasi modal.

“Pasar data center Indonesia tengah memasuki fase pertumbuhan baru, di mana konvergensi antara sektor properti, infrastruktur digital, dan investasi modal menciptakan peluang yang semakin besar,” ujar Pritesh melalui keterangannya pada hari Selasa (29/7).

Menurut dia, Jabodetabek masih menjadi pusat utama pengembangan data center untuk memenuhi kebutuhan enterprise maupun hyperscale cloud. Namun, Batam semakin berpotensi menjadi pusat AI bagi perusahaan yang membutuhkan infrastruktur berskala besar, tangguh, dan mampu memenuhi kebutuhan teknologi masa depan.

“Keberhasilan di tengah dinamika pasar ini akan semakin ditentukan oleh kemampuan dalam mengamankan lokasi yang tepat, ketersediaan pasokan listrik, konektivitas, serta strategi pengembangan yang berkelanjutan untuk memenuhi kebutuhan pengguna sekaligus mendukung tujuan pertumbuhan jangka panjang,” katanya.

Kebutuhan Pengguna Semakin Beragam

Riset Cushman & Wakefield mencatat, peluang pertumbuhan pasar data center ke depan akan semakin dipengaruhi oleh kebutuhan para pengguna atau occupiers. Sejumlah aspek yang menjadi perhatian mencakup skala dan kinerja infrastruktur, keamanan dan kepatuhan, efisiensi biaya, kemudahan pengelolaan dan pemantauan, keandalan sistem dan redundancy, hingga aspek keberlanjutan lingkungan.

Meskipun Jabodetabek masih menjadi pusat utama permintaan data center di Indonesia, kawasan seperti Batam dinilai memiliki posisi strategis untuk memenuhi kebutuhan infrastruktur digital yang terus berkembang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Hilirisasi Harus Berbasis p...
Megapolitan
Jakarta Punya Semua, Tak Bo...
Nasional
Kawasan Industri Hijau Baka...
Luar Negeri
Paus Leo XIV Serukan Damai ...
  • Begini Kronologi Lengkap Bentrokan Warga di Jalan Tambak Jakarta Pusat yang Menewaskan Satu Orang
    Preview komentar:
    2 kelompok warga, itu warga mana dg warga ...
  • Kementan Bantu Bibit Kelapa untuk Petani Barito Kuala, Produktivitas Perkebunan Ditingkatkan.
    Preview komentar:
    Di barisan paling depan, Kementerian Pertanian memainkan ...
    Keren
  • Penutupan Perlintasan Liar Kereta di Kediri
    Preview komentar:
    Wah, berarti kalau sehari hari kan lewat perlintasan ...

SAR Gabungan Evakuasi 6 Mahasiswa dari Medan Curam Goa Kalibbong Alloa

SAR Gabungan Evakuasi 6 Mahasiswa dari Medan Curam Goa Kalibbong Alloa

28 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.