Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Jakarta Punya Semua, Tak Boleh Ada Klaim Milik

📅 Rabu, 29 Jul 2026, 01:05 WIB | Oleh:
Jakarta Punya Semua, Tak Boleh Ada Klaim Milik Doc: ANTARA/Lia Wanadriani Santosa
Ket. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memberikan keterangan kepada awak media di Balai Kota, Jakarta, Selasa (28/7).

JAKARTA – Ibu Kota Jakarta adalah bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. Setiap bangsa Indonesia berhak tinggal di Jakarta, tak boleh ada klaim memiliki. “Tak ada yang secara khusus memiliki Jakarta. Jakarta milik semua. Jakarta terbuka bagi siapa saja dan tidak ada permasalahan dengan etnisitas,” tandas Gubernur Jakarta Pramono Anung, Selasa.

“Jakarta adalah kota yang sangat terbuka. Keanekaragaman di Jakarta selama ini terjaga dengan baik. Saya tidak mau ada isu berkaitan dengan etnisitas di Jakarta,” tambah Pramono di Balai Kota, Jakarta, Selasa. Menurut dia, bentrokan yang terjadi di kawasan Jalan Tambak, Menteng, Jakarta Pusat, pada hari Minggu (26/7) itu merupakan realitas yang terjadi di Jakarta, di tengah keberagaman masyarakatnya.

Dia pun minta kepada seluruh pihak agar menahan diri dan menyelesaikan setiap persoalan dengan kepala dingin. “Saya minta kepada semuanya untuk menahan diri. Kita menyelesaikan dengan kepala dingin. Mudah-mudahan, Jakarta tetap aman, nyaman,” ujar Pramono. Sebelumnya, terjadi bentrokan yang melibatkan sekelompok orang dan warga mengakibatkan sebuah bangunan semi permanen serta empat sepeda motor terbakar. Satu orang meninggal dunia dan satu lainnya kritis akibat kejadian tersebut.

Setelah bentrokan tersebut, warga Kelurahan Pegangsaan bersama dengan perwakilan keluarga korban bersepakat untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) kondusif. Mereka menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada Polda Metro Jaya. Sementara itu, Polda Metro Jaya menetapkan tujuh tersangka dalam dua perkara yang mengakibatkan bentrokan di Jalan Tambak. Ketujuh tersangka itu terdiri dari empat orang dalam perkara perusakan gerobak pedagang dan tiga dalam perkara pengeroyokan yang mengakibatkan satu korban meninggal dunia. 

Jaga Keamanan

Polres Metro Jakarta Pusat bersama Pemerintah Kecamatan Menteng menggelar rapat koordinasi kewilayahan yang melibatkan tokoh masyarakat dan pengurus lingkungan di Kelurahan Pegangsaan pada hari Senin (27/7) malam.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol. Reynold EP Hutagalung menyatakan pertemuan tersebut merupakan upaya memperkuat komunikasi untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif. “Pertemuan ini agar seluruh elemen masyarakat duduk bersama, memperkuat persaudaraan, dan menyamakan komitmen menjaga situasi kamtibmas,” kata Reynold.

Dia menjelaskan pertemuan yang berlangsung di halaman Kantor Kelurahan Pegangsaan itu dihadiri sekitar 40 peserta. Mereka adalah Camat Menteng Nurhelmi Savitri, Lurah Pegangsaan Ria Rahma Diani, ketua RT dan RW, anggota Lembaga Musyawarah Kelurahan, Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat, serta Karang Taruna. Dalam pertemuan tersebut, peserta juga membacakan deklarasi damai bertajuk “Tolak Permusuhan.” Ini sebagai bentuk komitmen bersama untuk menjaga kerukunan dan menciptakan lingkungan yang aman serta kondusif.

Reynold turut mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh berbagai informasi yang berpotensi memicu konflik serta segera berkoordinasi dengan Bhabinkamtibmas atau kepolisian apabila mengetahui adanya potensi gangguan keamanan di lingkungan. Dia menegaskan kepolisian terus berkolaborasi dengan pemerintah daerah, TNI, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen warga dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah Jakarta Pusat.

“Keamanan adalah tanggung jawab bersama. Dengan komunikasi yang baik dan kebersamaan, saya yakin Jakarta Pusat akan tetap aman, damai, dan kondusif,” ujar Reynold. Camat Menteng Nurhelmi Savitri mengimbau warga agar menjaga persatuan dan tidak mudah terpengaruh isu yang dapat memecah belah masyarakat. Dia juga minta warga untuk mengurangi aktivitas berkumpul pada malam hari jika tidak memiliki kepentingan mendesak.

Sementara itu, Kapolda Metro Jaya Komjen Pol Asep Edi Suheri bersama Pangdam Jaya/Jayakarta Letjen TNI Deddy Suryadi mengunjungi Markas Komando Korps Marinir di Jakarta, Selasa, guna memperkuat sinergi pengamanan dan stabilitas ibu kota. Kapolda Metro Jaya Komjen Pol Asep Edi Suheri menekankan pentingnya soliditas antarinstitusi dalam menghadapi dinamika keamanan yang kian berkembang, baik regional maupun global.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Sengketa Tanah Golat Memanas, Keturunan Raja Pagi Tempuh Jalur Hukum
    Preview komentar:
    Raja Pagi Sinurat adalah anak kedua dari Raja ...
  • PLTS Didorong Jadi Penggerak Pertumbuhan Ekonomi Hijau
    Preview komentar:
    Pembangunan PLTS dengan kapasitas 100 GWp ini tentu ...
  • Karawang Punya 9 Kawasan Industri, Warga Lokal Disiapkan Jadi Tenaga Kerja
    Preview komentar:
    Membaca ulasan positif mengenai komitmen Pak Bupati ini ...
Nasional
NU Tidak Seharusnya Terjeba...
Olahraga
Zverev Dapat Peluang Emas d...
Pimpinan DPR menerima audiensi AMPB

Pimpinan DPR menerima audiensi AMPB

28 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.