Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kawasan Industri Hijau Bakal Dapat Insentif Fiskal

📅 Rabu, 29 Jul 2026, 01:00 WIB | Oleh:
Kawasan Industri Hijau Bakal Dapat Insentif Fiskal Doc: istimewa
Ket. Kementerian Perindustrian (Kemenperin)

Jakarta – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyiapkan insentif fiskal dan kemudahan khusus bagi kawasan industri yang bertransformasi menjadi kawasan industri hijau (green industrial park) guna mempercepat pengembangan industri berkelanjutan di Indonesia.

Dikutip dari Antara, Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional (KPAII) Kemenperin Tri Supondy mengatakan pemerintah tengah mengusulkan penguatan regulasi yang mewajibkan setiap kawasan industri menyusun peta jalan (roadmap) transformasi menuju kawasan industri hijau.

"Kami sedang mengusulkan konsep penguatan regulasi kawasan industri di mana setiap kawasan industri wajib menyusun roadmap transformasi menjadi kawasan industri hijau. Apabila kawasan industri tersebut berstatus kawasan industri hijau, maka akan diberikan fasilitas fiskal dan kemudahan khusus yang tidak akan diberikan kepada kawasan industri yang tidak berstatus kawasan industri hijau," ujar Tri di Jakarta, Selasa (28/7).

Menurut Tri, transformasi tersebut tidak hanya berfokus pada pemenuhan standar lingkungan, tetapi juga mendorong efisiensi pengelolaan kawasan, proses produksi, serta memperkuat aspek sosial.

"Jadi tidak hanya sekadar memenuhi aspek lingkungan, tapi juga memenuhi aspek lebih efisien dari sisi manajemennya, organisasinya, dan produksinya. Kemudian juga tentu aspek sosial, itu juga masuk," katanya.

Ia menegaskan kawasan industri ke depan tidak lagi hanya berfungsi sebagai penyedia lahan bagi pelaku usaha, tetapi juga harus mengedepankan keberlanjutan lingkungan, efisiensi ekonomi, dan manfaat sosial.

Terkait insentif, Kemenperin mengupayakan dukungan fiskal maupun nonfiskal, seperti insentif perpajakan, promosi investasi, fasilitasi, hingga transfer teknologi untuk menarik investor masuk ke kawasan industri hijau.

Pengembangan kawasan industri hijau juga diperkuat melalui kerja sama Kemenperin dengan United Nations Industrial Development Organization (UNIDO) melalui peluncuran Eco-Industrial Park Center (EIP Center) sebagai pusat transformasi menuju industri berkelanjutan.

Sementara itu, Ketua Komisi VII DPR Saleh Partaonan Daulay mengatakan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Kawasan Industri yang tengah disusun akan memperkuat penegakan aturan melalui mekanisme penghargaan dan sanksi.

"Jadi nanti tentu ada reward and punishment. Itu kan prinsip undang-undang begitu. Itu adalah dasar kita untuk menentukan keadilan di dalamnya," kata Saleh.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
  • Bahlil Pasang Rem Industri Nikel, Smelter Setengah Jadi Bisa Dimoratorium
    Langkah moratorium smelter setengah jadi ini memang sudah ...

40 Rumah Hanyut Diterjang Banjir Bandang

33 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Luar Negeri
40 Rumah Hanyut Diterjang B...

Mendag Ajak Anak Muda Berbisnis Waralaba

40 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Ekonomi
Mendag Ajak Anak Muda Berbi...
Megapolitan
IQAir: Indeks Kualitas Udar...
Advertisement
Marco Bezzecchi Juara MotoGP Indonesia 2026, Tradisi Unik Mandalika Berlanjut

Marco Bezzecchi Juara MotoGP Indonesia 2026, Tradisi Unik Mandalika Berlanjut

11 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.