Waspadai Gempa Susulan, Pemerintah Kota Kanazawa Jadikan Sekolah Pusat Evakuasi
📅 Senin, 01 Jan 2024, 22:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Antara/Xinhua/Sun Jialin
Tokyo - Pemerintah Kota Kanazawa, Prefektur Ishikawa menjadikan sekolah, mulai dari sekolah dasar dan menengah sebagai pusat evakuasi warga mewaspadai gempa susulan di Jepang pada Senin.
"Saat ini, sekolah dasar dan menengah dibuka sebagai pusat evakuasi," demikian yang tertulis dalam imbauan resmi pemerintah Jepang yang diakses di Tokyo, Senin.
Imbauan tersebut menyusul prakiraan gempa susulsan yang masih akan terjadi sepanjang pekan ini.
"Gempa dengan magnitudo yang sama diperkirakan masih akan terjadi sepanjang pekan ini, dengan kekuatan yang lebih besar dalam waktu dekat ini," demikian imbauan tersebut.
Data resmi Pemkot Kanazawa hingga Senin (1/1) pukul 17.30 menunjukkan terdapat total 46 pusat evakuasi dengan 1.300 pengungsi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pemerintah meminta warga untuk mengecek pusat evakuasi terdekat.
Gempa berkekuatan 7.6 magnitudo dengan intensitas seismik 5+ mengguncang wilayah pantai Laut Jepang yang berpusat di Semenanjung Noto, Prefektur Ishikawa pada Senin (1/1) pukul 16.10 waktu setempat (14.10 WIB).
Pada pukul 17.04 waktu setempat (15.04 WIB) tsunami setinggi 70 cm muncul di Pelabuhan Kanazawa dan terkonfirmasi menyebabkan kerusakan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Salah satu. warga negara Indonesia (WNI) di Kanazawa, Dian Novitasari, mengatakan saat ini dia dan keluarga mengungsi di Masjid Kanazawa.
"Malam ini kita menginap di masjid sampai gempa susulannya reda," katanya.
Dia menambahkan sejumlah pengungsi masih bertahan di masjid karena masih terjadi gempa susulan.
Gempa tersebut juga dirasakan di Fukui, Nagano, Gifu, Tokyo, Yamagata, Fukushima, Ibaraki, Tochigi, Gunma, Saitama, Shizuoka, Aichi, Mie, Shiga, Kyoto, Osaka, Hyogo, Nara, Tottori, Iwate, Miyagi, dan Akita.
Melly Suryanty, WNI di Prefektur Tottori, mengaku merasakan guncangan gempa tersebut.
"Kami yang di Tottori saja masih merasakan getarannya, bahkan sempat lari kesafe area," katanya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!