Ekonomi Indonesia Berpotensi Stagnasi
📅 Jumat, 29 Des 2023, 00:04 WIB | Oleh: Tim Redaksi"Dari dulu kan memang kita tumbuh karena konsumsi. Penduduk kita besar dan sedang berada dalam bonus demografi alias tenaga produktif jauh lebih banyak daripada nonproduktif. Tapi kan bahaya kalau investasi tidak jalan karena produktivitas tidak meningkat, jadi pada satu titik akan segitu-segitu saja," papar Aditya.
Investasi, menurut Aditya, memiliki peran kunci dalam meningkatkan produktivitas dan daya saing ekonomi suatu negara. Oleh karena itu, seharusnya ada upaya untuk meningkatkan iklim investasi dan mendorong sektor swasta untuk berinvestasi dalam proyek-proyek yang berkelanjutan.
"Daya saing yang kuat diperlukan agar ekonomi dapat berkembang secara berkelanjutan, baik di tingkat nasional maupun global," papar Aditya.
Pengamat ekonomi dari Universitas Airlangga, Imron Mawardi, mengatakan Indonesia masih menghadapi risiko stagnasi ekonomi karena perang dagang Tiongkok-AS belum jelas kapan akan berakhir. "Dinamika hubungan AS dan Tiongkok akan menekan ekspor Tiongkok sehingga Indonesia mau tidak mau akan terpengaruh," kata Imron.
Sebaiknya Anda baca juga:
Hal itu juga berpotensi dialami negara-negara lainnya, seperti Eropa, India, dan Jepang yang juga dampaknya terasa ke Indonesia.
Sebab itu, pemerintah harus lebih aktif merespons dengan menekan impor dan menaikkan ekspor serta lebih banyak mengembangkan subtitusi impor untuk menggerakkan ekonomi domestik.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!