Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Perluas Jangkauan Pasar, Wamen KKP Ajak Pelaku Usaha Perikanan Terapkan Stelina

📅 Jumat, 10 Apr 2026, 20:52 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Perluas Jangkauan Pasar, Wamen KKP Ajak Pelaku Usaha Perikanan Terapkan Stelina Doc: istimewa
Ket. Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan, Didit Herdiawan Ashaf di Jakarta, Jumat (10/4) mengajak pelaku usaha perikanan untuk menerapkan Sistem Ketertelusuran dan Logistik Ikan Nasional (Stelina) sebagai langkah strategis guna meningkatkan daya saing produk perikanan Indonesia di pasar global

JAKARTA– Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengajak pelaku usaha perikanan untuk menerapkan Sistem Ketertelusuran dan Logistik Ikan Nasional (Stelina) sebagai langkah strategis guna meningkatkan daya saing produk perikanan Indonesia di pasar global.

Penerapan sistem ini sejalan dengan arah pengembangan perikanan berkelanjutan, sekaligus memastikan transparansi rantai pasok serta pemanfaatan sumber daya perikanan yang sesuai dengan daya dukung ekosistem.

“Produk perikanan yang dibutuhkan saat ini bukan lagi sekadar produk yang berkualitas, tetapi juga yang berasal dari rantai pasok yang legal, transparan, tertelusur, serta menjunjung tinggi prinsip keberlanjutan dan tanggung jawab sosial,” kata Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan, Didit Herdiawan Ashaf di Jakarta, Jumat (10/4).

Konsumen global kini semakin menuntut informasi yang jelas mengenai asal-usul produk perikanan, termasuk metode penangkapan maupun praktik budi daya, serta dampaknya terhadap kelestarian ekosistem. Oleh karena itu, ketertelusuran bukan lagi sekadar pilihan, melainkan telah menjadi kebutuhan pasar.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, KKP pada 8 April 2026 telah menyelenggarakan Seafood Traceability Technical Alignment and Industry Engagement Workshop untuk meningkatkan pemahaman pelaku usaha perikanan mengenai pentingnya penerapan sistem ketertelusuran. “Kebutuhan pasar tersebut kita jawab dengan Stelina,” tegasnya.

Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan juga memastikan bahwa program prioritas Presiden Prabowo, yakni pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih, diarahkan untuk meningkatkan produktivitas hasil perikanan melalui dukungan sistem ketertelusuran yang jelas. Dengan demikian, Kampung Nelayan Merah Putih tidak hanya menjadi sentra produksi, tetapi juga mampu terhubung dengan pasar global.

Peran serta dan dukungan seluruh pemangku kepentingan, baik nasional maupun internasional, dinilai sangat penting dalam mendorong penguatan sistem ketertelusuran nasional. Karena itu, workshop bertajuk Seafood Traceability Technical Alignment and Industry Engagement menjadi momentum strategis untuk memperkuat sinergi dalam membangun sistem ketertelusuran nasional yang semakin baik.

“Saya yakin langkah bersama yang kita lakukan hari ini menjadi sumbangsih nyata dalam mewujudkan sektor kelautan dan perikanan yang berkelanjutan,” ujarnya.

Senada, Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP), Machmud, menyebut Stelina sebagai solusi kolaboratif berbasis interoperabilitas antarsistem, dengan luaran berupa teknologi QR code yang akan memperkuat integrasi sistem dari hulu hingga hilir. Menurutnya, sistem ini memberikan gambaran yang menyeluruh mengenai ketertelusuran produk perikanan kepada konsumen.

Melalui sistem tersebut, setiap tahapan perjalanan ikan, mulai dari hasil budi daya atau tangkap hingga sampai ke tangan konsumen, dapat direkam beserta data dan informasinya secara transparan. Pengembangan ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing sekaligus memperkuat kepercayaan pembeli terhadap produk perikanan Indonesia.

“Sistem ini juga menepis isu bahwa produk perikanan Indonesia berasal dari praktik illegal fishing maupun diproduksi dengan cara yang tidak ramah lingkungan,” terang Machmud.

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menegaskan komitmen KKP dalam menjalankan program ekonomi biru untuk menjaga keberlanjutan ekologi sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Salah satu langkah nyata KKP ialah memastikan kegiatan penangkapan dan budi daya perikanan di Indonesia dilaksanakan secara berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Timothy Ivan Triyono Mundur dari Bakom RI

59 menit yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Timothy Ivan Triyono Mundur...
Luar Negeri
AS Kirim Dua Jet Tempur F-1...
Advertisement
7 Event Jakarta Akhir Pekan 3-4 Oktober: Ada Indonesia Comic Con hingga JICAF 2026

7 Event Jakarta Akhir Pekan 3-4 Oktober: Ada Indonesia Comic Con hingga JICAF 2026

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.