Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pemkot Bandung: Pembangunan 'flyover' Ciroyom Tak Ganggu Cagar Budaya

📅 Kamis, 21 Des 2023, 17:18 WIB | Oleh:
Pemkot Bandung: Pembangunan 'flyover' Ciroyom Tak Ganggu Cagar Budaya Doc: ANTARA/HO-Pemkot Bandung
Ket. Lokasi pembangunan Flyover Ciroyom berdampingan dengan bangunan cagar budaya di kawasan kantor Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) di Jalan Arjuna Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis (21/12).

KOTA BANDUNG - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung memastikan pembangunan jalan layang atau Flyover Ciroyom tidak akan mengganggu bangunan cagar budaya di kawasan kantor Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) di Jalan Arjuna Kota Bandung.

"Area cagar budaya di kantor DKPP ini aman. Tidak akan terpengaruh proyek strategis nasional. Hanya saja pintu masuk di sebelah pos penjagaan yang akan kita geser. Nanti akan dibangun ulang," kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung, Arif Syaifudin di Bandung, Kamis.

Arief mengatakan pembangunan jalan layang itu juga tidak akan mempengaruhi fungsi bangunan cagar budaya dan bisa digunakan selama proses pembangunan. "Tidak terpengaruh. Intinya bangunan cagar budaya di sini aman," katanya.

Sementara itu, Kepala DKPP Kota Bandung Gin Gin Ginanjar menyebut, Tim Analis Cagar Budaya (TACB) Kota Bandung sudah mengeluarkan rekomendasi agar bangunan cagar budaya di Kantor DKPP Kota Bandung tidak boleh dibongkar.

"Jadi inibangunan heritage, ada syarat pemugaran harus atas izin Tim Ahli Cagar Budaya (TACB). Jadi akan diberi rekomendasi mana bagian yang cagar budaya dan mana yang bukan," kata dia.

Akan tetapi, kata dia, ada beberapa dampak kurang menguntungkankarena saat proses pembangunan jalan tersebut kantornya sering kali kebanjiran dan kehilangan sejumlah tempat kerja.

"Jadi ada dampak yang mulai terasa setiap hujan jadi banjir sampai dalam. Karena pembangunan ini memakan ruang-ruang yang sudah ditata," kata Gin Gin.

Lebih lanjut, Gin Gin berharap ada solusi dari proyek strategis nasional ini karena apabila dibiarkan terus menerus selain akan mematikan fungsi bangunan juga akan menghambat kinerja pihaknya.

Sebaiknya Anda baca juga:

"Akhirnya kita cari sendiri ruang-ruang yang bisa digunakan untuk ruang pembibitan baru. Kemudian juga kalau jalan itu tetap mepet dengan gedung, malah nanti pos penjagaan itu hanya seperti monumen. Jadi, ya, saya harap ini bisa dipikirkan," katanya.* Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.