Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Dulu Gundul, Kini Hutan Gunung Ciremai Nyaris Rimbun 100 Persen, Ini Rahasianya

📅 Selasa, 12 Mei 2026, 03:35 WIB | Oleh:
Dulu Gundul, Kini Hutan Gunung Ciremai Nyaris Rimbun 100 Persen, Ini Rahasianya Doc: ANTARA/M Riezko Bima Elko Prasetyo
Ket. Kepala Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC), Toni Anwar memberi penjabaran dalam forum diskusi "Sinergi Perempuan Indonesia Untuk Indonesia FOLU NET SINK 2030" Kementerian Kehutanan di Taman Nasional Gunung Ciremai, Kuningan, Jawa Barat, Senin (11/5) malam.

KUNINGAN - Kementerian Kehutanan memproyeksikan kawasan taman nasional sebagai instrumen strategis dalam pencapaian target ambisius penurunan emisi gas rumah kaca nasional melalui dokumen Indonesia FOLU Net Sink 2030.

Kepala Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC), Toni Anwar menjelaskan bahwa penguatan fungsi kawasan konservasi saat ini telah diarusutamakan untuk mendukung target mitigasi perubahan iklim nasional, terutama dalam menjaga stok karbon.

Dalam hal tersebut Taman Nasional Gunung Ciremai telah berhasil memulihkan tutupan vegetasi dari semula 50 persen menjadi hampir 90 persen.

"Ini langkah konkret menjaga cadangan karbon nasional agar tidak terlepas ke atmosfer, sekaligus bagian dari upaya mencapai target FOLU Net Sink 2030," katanya dalam forum diskusi "Sinergi Perempuan Indonesia Untuk Indonesia FOLU NET SINK 2030" Kementerian Kehutanan di Taman Nasional Gunung Ciremai, Kuningan, Jawa Barat, Senin.

Toni menegaskan bahwa keberhasilan restorasi di Gunung Ciremai merupakan bukti bahwa kawasan pelestarian alam memiliki kontribusi signifikan terhadap Second National Determined Contribution (NDC) Indonesia.

Melalui patroli rutin dan pengawasan ketat, TNGC memastikan stok karbon yang tersimpan di dalam hutan tetap terjaga dari gangguan perambahan maupun kebakaran.

Selain fungsi penyerapan karbon, lanjutnya, TNGC juga menjadi model nasional dalam mitigasi konflik agraria di kawasan hutan melalui transformasi profesi masyarakat.

Sebanyak 54 desa di sekitar kawasan yang dulunya merupakan penggarap lahan kini dialihkan menjadi mitra pengelola wisata alam sebagai upaya mendukung ekonomi hijau.

"Kelestarian ekosistem adalah aset utama ekonomi mereka. Sinergi ini yang kami dorong menjadi model pengelolaan hutan berbasis masyarakat secara nasional," katanya.

Ia menjabarkan bahwa dengan begitu 279 jenis flora dan puluhan fauna seperti Elang Jawa di Taman Nasional Gunung Ciremai bisa tetap terjaga.

Upaya ini selaras dengan target Kementerian Kehutanan untuk menekan angka deforestasi nasional di bawah garis dasar baseline 0,31 juta hektare per tahun.

Penguatan fungsi 57 taman nasional di Indonesia diharapkan dapat menjadi tulang punggung dalam menurunkan emisi sebesar 1,6 miliar ton CO2 ekuivalen pada tahun 2030.

"Melalui pelibatan aktif masyarakat, kita membuktikan bahwa perlindungan biodiversitas dan pencapaian target emisi dapat berjalan beriringan dengan kesejahteraan warga," kata Toni.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
Setelah AGI, Dunia Harus Si...

Masa Depan Bursa Dipertaruhkan

51 menit yang lalu | Lukman

Ekonomi
Masa Depan Bursa Dipertaruhkan
Luar Negeri
Prancis Konfirmasi Kasus Eb...
Rona
Data Biometrik SIM Benarkah...
Daerah
Perilaku Konsumtif dan Kebi...
Update Klasemen Sementara Piala Dunia 2026: Kolombia dan Inggris Memimpin di Grup K dan L

Update Klasemen Sementara Piala Dunia 2026: Kolombia dan Inggris Memimpin di Grup K dan L

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.