Studi: Perubahan Iklim Memaksa Lebih dari 3 Juta Orang AS menjadi Migran
📅 Rabu, 20 Des 2023, 00:05 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo SMereka menemukan ketika antara 5 hingga 10 persen properti beresiko terkena banjir, ada titik kritisnya, dan orang-orang akan mulai pindah meskipun ada fasilitas menarik lainnya, seperti pemandangan pantai.
Dalam beberapa kasus, perpindahan ini cukup untuk menyebabkan penurunan wilayah yang sebelumnya berkembang pesat.
Dalam banyak kasus lainnya, hal ini hanya cukup untuk memperlambat pertumbuhan yang sangat panas. Mencermati Bexar County secara mendalam, First Street menemukan bahwa lingkungan dengan risiko banjir lebih rendah tumbuh jauh lebih cepat dibandingkan lingkungan dengan risiko banjir lebih tinggi.
Tentu saja, motivasi seseorang untuk pindah bisa jadi rumit. Kristina Dahl, ilmuwan iklim utama untuk program iklim dan energi di organisasi nirlaba Union of Concerned Scientist, mengatakan bahwa meskipun dia tidak melihat adanya kekurangan dalam model First Street, temuannya bertentangan dengan sebagian besar literatur ilmiah terkini.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Saya pikir mereka telah melakukan tugasnya sebaik mungkin dalam mengisolasi sinyal banjir, tetapi ada banyak faktor yang sulit ditangkap," katanya.
Menurut Dahl, terkait keputusan untuk pindah atau tidak, secara umum, literatur menunjukkan bahwa faktor lingkungan relatif berada pada urutan rendah.
"Seringkali, orang-orang khawatir mengenai peluang kerja atau kedekatan dengan keluarga," tutupnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!