Ekonomi RI Sulit Tumbuh Tinggi dengan Defisit Anggaran yang Besar
📅 Kamis, 14 Des 2023, 00:04 WIB | Oleh: Tim RedaksiFiskal pemerintah berfungsi mempertajam stimulus perpajakan kepada sektor yang memiliki dampak berganda besar terhadap ekonomi, misalnya ke industri pengolahan dan sektor perikanan. "Stimulus fiskal yang ada saat ini perlu dievaluasi dan diubah seiring dengan industrialisasi," ungkap Bhima.
Selain itu, perlu dipastikan juga bahwa APBN tidak menciptakan crowding out effect di mana dana belanja infrastruktur seharusnya bisa menggerakkan sektor swasta, bukan justru didominasi oleh BUMN. "Selama proyeknya komersil, swasta perlu didorong masuk, bukan didominasi perusahaan BUMN, sehingga swasta enggan terlibat di infrastruktur.
Sementara itu, pengamat ekonomi Unika Atma Jaya Yogyakarta (UAJY), Aloysius Gunadi Brata, mengatakan reformasi struktural diperlukan untuk jadi negara maju sehingga Indonesia harus melakukan langkah-langkah strategis dan sistematis dalam kerangka reformasi struktural.
"Ini tidak hanya mengubah tatanan perekonomian, tetapi juga kerangka kelembagaan dan peraturan agar dunia usaha dan masyarakat dapat beraktivitas dengan baik. Indonesia telah mengalami kemerosotan sejumlah indikator kualitas kelembagaan dan regulasi beberapa tahun terakhir," papar Aloysius.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dengan tingkat kerusakan kelembagaan dan regulasi yang tidak sederhana, reformasi struktural tentu membutuhkan komitmen yang kuat dari lembaga-lembaga tinggi negara serta elit terkait," kata Aloysius.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!