Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ekonomi RI Sulit Tumbuh Tinggi dengan Defisit Anggaran yang Besar

📅 Kamis, 14 Des 2023, 00:04 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Ekonomi RI Sulit Tumbuh Tinggi dengan Defisit Anggaran yang Besar Doc: ISTIMEWA
Ket. Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, sendiri akhirnya mengakui kalau Indonesia menargetkan menjadi negara berpenghasilan tinggi maka perekonomiannya harus tumbuh di level 6-7 persen per tahun. Sementara pertumbuhan ekonomi saat ini rata-rata masih berada di kisaran 5 persen.

JAKARTA - Harapan Indonesia menjadi negara berpenghasilan tinggi (high income country) pada 2045 atau saat memasuki Indonesia Emas 100 tahun masih menghadapi tantangan yang terjal. Selain masih banyak masalah yang fundamental, seperti pangan, energi, kemiskinan, dan angka pengangguran, secara makro juga masih dihadapkan pada pertumbuhan ekonomi yang belum mencapai level yang memungkinkan penduduknya meraih pendapatan yang tinggi.

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, sendiri akhirnya mengakui kalau Indonesia menargetkan menjadi negara berpenghasilan tinggi maka perekonomiannya harus tumbuh di level 6-7 persen per tahun. Sementara pertumbuhan ekonomi saat ini rata-rata masih berada di kisaran 5 persen.

Menkeu di Canberra, Australia, mengatakan banyak tantangan yang harus dihadapi untuk mencapai target tersebut, mulai dari krisis keuangan global, inflasi tinggi, geopolitik, hingga perubahan iklim.

Untuk mencapai pertumbuhan 6 hingga 7 persen, tambahnya, juga diperlukan pula kombinasi kebijakan fiskal, tidak hanya berasal dari sumber daya pemerintah. Indonesia, katanya, tidak bisa memiliki pertumbuhan yang tinggi, tetapi dengan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang juga tinggi.

"Ini tidak akan berkelanjutan. Mungkin baik-baik saja dalam jangka pendek, namun tidak baik dalam jangka menengah," jelas Menkeu.

Untuk itu, diperlukan pelaksanaan reformasi struktural karena dapat meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat dunia. "Reformasi struktural memang perlu kerja keras. Peningkatan pertumbuhan sebesar 1 hingga 2 persen benar-benar memerlukan reformasi struktural," kata Menkeu.

Menanggapi hal itu, Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Katolik Atmajaya Jakarta, YB. Suhartoko, mengatakan pengalaman macan Asia, seperti Korea Selatan, Jepang, Singapura, dan Taiwan untuk mencapai negara maju dengan memperkuat industri manufaktur, ternyata itu belum cukup.

"Industri manufaktur yang dibangun harus mempunyai keterkaitan ke depan dan ke belakang yang kuat. Ini berarti membangun industri manufaktur yang mempunyai keterkaitan penggunaan input dan output," jelas Suhartoko.

Keberhasilan membangun industri manufaktur yang kuat juga sangat berkaitan dengan penguatan sumber daya manusia (SDM), penyediaan lahan, insentif fiskal dan transportasi yang efisien.

Industri manufaktur yang kuat akan banyak menyediakan lapangan kerja sehingga meningkatkan pendapatan nasional dan konsumsi masyarakat. "Dengan demikian, menciptakan multiplier effect yang lebih luas selain pengeluaran untuk investasi dan juga konsumsi," kata Suhartoko.

APBN dengan kebijakan fiskal ekspansif terangnya diperlukan sebagai insentif bagi pembangunan industri manufaktur dengan subsidi dan insentif pajak. Dengan demikian, membangun industri manufaktur dilakukan baik dari sisi permintaan maupun penawaran.

Belanja Pemerintah Terbatas

Secara terpisah, Direktur Eksekutif Celios, Bhima Yudisthira, mengatakan porsi belanja pemerintah sebenarnya cukup terbatas hanya 9-10 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).

"Jadi, kunci untuk mencapai pertumbuhan tinggi perlu kombinasi dengan partisipasi swasta yang lebih optimal," kata Bhima.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
Advertisement
jjroyal-luwak
pasang iklan di koran jakarta
Ekonomi
Opini: Menimbang Biaya Prab...
Ekonomi
MSCI akan Hapus Indonesia d...

Chery Freelander Akan Masuk ke Indonesia pada 2027

1 jam lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Rona
Chery Freelander Akan Masuk...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Hasil Liga Champions: PSG Kokoh di Puncak Klasemen Usai Hancurkan Barcelona 4-2

Hasil Liga Champions: PSG Kokoh di Puncak Klasemen Usai Hancurkan Barcelona 4-2

21 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.