Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Tagihan Listrik Rumah Tangga di Singapura akan Meningkat Seiring Kenaikan Pajak Karbon pada Tahun 2024

📅 Minggu, 10 Des 2023, 17:04 WIB | Oleh:

Selain pembangkit listrik, sektor air juga akan terkena dampak pajak karbon yang lebih tinggi mulai tahun 2024.

Proses produksi air di Singapura membutuhkan listrik. Misalnya, desalinasi, salah satu proses yang terlibat dalam penyediaan pasokan air bagi Republik ini, memerlukan energi untuk menghilangkan garam dari air laut.

Mulai Januari 2024 hingga Desember rumah tangga yang memenuhi syarat akan menerima tambahan rabat sebesar 20 dolar Singapura per kuartal, total 80 dolar Singapura per tahun, untuk meredam dampak kenaikan pajak karbon dan harga air pada tahun 2024 dan 2025.

Rata-rata, tambahan rabat harus sepenuhnya mengimbangi kenaikan tagihan utilitas untuk flat dengan satu hingga dua kamar selama dua tahun ke depan, sebesar sekitar 80 persen untuk flat dengan tiga hingga empat kamar, dan sekitar 65 persen untuk flat dengan tiga hingga empat kamar. sen untuk flat yang lebih besar.

Sebagai bagian dari komitmen internasionalnya untuk mengatasi perubahan iklim, Singapura mempunyai target mengurangi emisi gas rumah kaca hingga sekitar 60 juta ton pada tahun 2030 .

Emisi Singapura diperkirakan mencapai puncaknya sekitar 65 juta ton antara tahun 2025 dan 2028, sebelum dikurangi hingga mencapai emisi nol bersih pada tahun 2050.

Angka terbaru menunjukkan bahwa emisi gas rumah kaca Singapura pada tahun 2021 mencapai tingkat tertinggi yaitu 57,7 juta ton, meningkat sekitar 9 persen dari tingkat emisi tahun 2020.

Salah satu strategi untuk mencapai target net-zero adalah menaikkan pajak karbon.

Menurut Kementerian Keberlanjutan dan Lingkungan Hidup, pajak karbon memberikan sinyal harga yang luas di seluruh perekonomian untuk mendorong perusahaan mengurangi emisi mereka dan, pada saat yang sama, memberi mereka fleksibilitas untuk bertindak jika hal tersebut paling masuk akal secara ekonomi.

Peneliti senior dan pemimpin transisi energi di Institut Keuangan Berkelanjutan dan Ramah Lingkungan di Universitas Nasional Singapura, David Broadstock, mengatakan, mereka mulai melihat harga-harga, dan hal ini penting, karena pajak karbon diperlukan untuk mencapai tujuan transisi energi yang tepat waktu, dan mencapai aspirasi net-zero.

"Ini juga merupakan saat yang tepat untuk memikirkan dampak dari tingginya harga karbon. Dengan harga di masa depan sebesar 50 dolar Singapura hingga 80 dolar Singapura (per ton emisi) pada tahun 2030, masyarakat Singapura akan merasakan dampak yang lebih kuat lagi," ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Timnas Indonesia Memang Menang, Tapi Permainan Belum Rapi

31 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Timnas Indonesia Memang Men...

Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Utara Andalkan Pariwisata

37 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Pertumbuhan Ekonomi Jakarta...
Nasional
Berbagai Langkah Ditempuh u...
Luar Negeri
Kemarau Panjang Membawa Kor...
Megapolitan
Semua Berhak Tinggal di Jak...
Daerah
Musim Kemarau Banyak Menjad...
  • Begini Kronologi Lengkap Bentrokan Warga di Jalan Tambak Jakarta Pusat yang Menewaskan Satu Orang
    Preview komentar:
    2 kelompok warga, itu warga mana dg warga ...
  • Kementan Bantu Bibit Kelapa untuk Petani Barito Kuala, Produktivitas Perkebunan Ditingkatkan.
    Preview komentar:
    Di barisan paling depan, Kementerian Pertanian memainkan ...
    Keren
  • Penutupan Perlintasan Liar Kereta di Kediri
    Preview komentar:
    Wah, berarti kalau sehari hari kan lewat perlintasan ...

Debut Manis Bintang Baru Garuda! Indonesia Bantai Kamboja 5-1 di Piala AFF 2026

Debut Manis Bintang Baru Garuda! Indonesia Bantai Kamboja 5-1 di Piala AFF 2026

28 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.