Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Masyarakat Disuruh Bersemangat Menabung, Masalahnya Adakah yang Disimpan?  

3 Selasa, 28 Jul 2026, 12:41 WIB | Oleh:
Masyarakat Disuruh Bersemangat Menabung, Masalahnya Adakah yang Disimpan?    Masyarakat Disuruh Bersemangat Menabung, Masalahnya Adakah yang Disimpan?    Doc: IST
Ket. ayo menabung

JAKARTA – Untuk memperkuat pembiayaan, maka rakyat diminta memperkuat menabungnya. Masalahnya, ada tidak yang ditabung. Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Anggito Abimanyu mengatakan rasio tabungan masyarakat Indonesia perlu diperkuat untuk memperbesar kapasitas pembiayaan domestik berkelanjutan dan mengurangi ketergantungan terhadap modal asing.

“Rasio tabungan kita baru sekitar 42 persen, terendah di antara peers country. Angka ini lebih rendah dibandingkan banyak negara Asia. Artinya, dari sisi positifnya, kapasitas pembiayaan domestik masih harus terus diperkuat,” kata Anggito dalam Seminar Nasional Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Jakarta Komisariat Perbanas di Jakarta, Selasa.

Ia mengatakan pembiayaan pembangunan yang berkelanjutan harus bertumpu pada tabungan masyarakat, bukan hanya mengandalkan modal asing.

Dalam paparannya, LPS mencatat posisi dana pihak ketiga (DPK) bank umum serta Bank Perkreditan/Perekonomian Rakyat (BPR) dan BPRS per Desember 2025 mencapai Rp10.057 triliun, sedangkan produk domestik bruto (PDB) nominal 2025 sebesar Rp23.821 triliun. Dengan demikian, rasio DPK terhadap PDB berada di kisaran 42,2 persen.

Berdasarkan perbandingan data 2024 dalam paparan tersebut, rasio DPK terhadap PDB Indonesia sebesar 39,9 persen, lebih rendah dibandingkan Vietnam 127,2 persen, Malaysia 125,5 persen, Thailand 85,6 persen, India 66 persen, Filipina 65,9 persen, Afrika Selatan 64,5 persen, dan Brasil 56 persen.

“Pendalaman sektor keuangan menjadi sangat penting. Aset keuangan, investor institusi, maupun pembiayaan terhadap PDB kita masih rendah. Dengan kata lain, Indonesia bukan kekurangan peluang. Indonesia memiliki potensi untuk tumbuh di sektor keuangan yang sangat besar,” ujarnya.

Selain meningkatkan tabungan masyarakat, ia menilai perluasan akses terhadap layanan perbankan juga masih menjadi pekerjaan besar.

Anggito mengatakan masih terdapat banyak penduduk yang belum memiliki rekening bank. Data LPS menunjukkan jumlah penduduk yang belum memiliki rekening bank pada 2025 mencapai sekitar 49,7 juta orang dan diproyeksikan turun menjadi 46,5 juta orang pada 2026.

Untuk kelompok usia 15–69 tahun, jumlah penduduk yang belum memiliki rekening diproyeksikan menurun dari 15,3 juta orang pada 2025 menjadi 13,5 juta orang pada 2026.

Kondisi tersebut, menurut dia, menunjukkan bahwa proses digitalisasi sektor keuangan belum selesai sehingga ukuran keberhasilannya tidak hanya diukur dari banyaknya aplikasi digital, melainkan dari semakin luasnya masyarakat yang memperoleh akses terhadap layanan keuangan formal.

"Digitalisasi harus merupakan instrumen untuk inklusi, bukan sekadar inovasi teknologi," ungkap dia. Menurut Anggito, penguatan tabungan masyarakat dan perluasan akses layanan keuangan diperlukan untuk memperbesar sumber pembiayaan domestik sekaligus meningkatkan pendalaman sektor keuangan nasional.

Berdasarkan paparannya, penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) tercatat telah mencapai sekitar 63 juta pengguna dan lebih dari 45 juta merchant, sementara target inklusi keuangan nasional ditetapkan sebesar 90 persen.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Megapolitan
DPRD DKI Anggarkan Rp1,5 Tr...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Malaysia Berulah, Tindakan Curangnya Sangat Merugikan Indonesia

Malaysia Berulah, Tindakan Curangnya Sangat Merugikan Indonesia

03 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.