Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Musim Kemarau Banyak Menjadi Perhatian Serius Daerah

📅 Selasa, 28 Jul 2026, 12:20 WIB | Oleh:
Musim Kemarau Banyak Menjadi Perhatian Serius Daerah Doc: ist
Ket. kemarau panjang

BANJARMASIN – Musim kemarau benar-benar menguras energi daerah karena mulai banyak yang kekeringan. Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Provinsi Kalimantan Selatan melakukan mitigasi, berupaya mengurangi risiko, dampak buruk akibat puncak musim kemarau terhadap sektor pertanian di "Banua".

Kepala DPKP Kalsel, Syamsir Rahman, mengatakan berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), musim kemarau diprediksi berlangsung hingga akhir Oktober, sementara hujan baru mulai turun secara bertahap pada akhir tahun.

“Sesuai arahan Bapak Gubernur, kami sudah melakukan mitigasi jauh-jauh hari agar sektor pertanian tetap aman menghadapi musim kemarau panjang. Mulai dari menyampaikan surat imbauan kepada dinas pertanian kabupaten/kota hingga meminta kelompok tani menyiapkan pompa air, sumur bor, dan embung sebagai sumber pengairan,” katanya di Banjarbaru, Selasa.

Berbagai upaya disiapkan untuk menjaga produktivitas pertanian sekaligus mencegah kebakaran lahan, akibat kemarau yang diperkirakan puncaknya pada September 2026.

Ia menjelaskan, selain memastikan ketersediaan sumber air, pihaknya juga mengantisipasi potensi kebakaran lahan pertanian saat musim panen.

Penggunaan mesin panen combine harvester terus didorong karena mampu memotong batang padi lebih rendah sehingga mengurangi sisa jerami yang mudah terbakar.

“Bantuan alat dan mesin pertanian seperti combine harvester maupun pompa air telah disalurkan oleh Kementerian Pertanian melalui Brigade Pangan, serta diperkuat dengan dukungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui APBD,” ungkapnya.

DPKP Kalsel juga melakukan penyesuaian pola tanam sebagai bagian dari strategi menghadapi kemarau.

Untuk komoditas padi, petani didorong mempercepat waktu tanam sebelum puncak kemarau, sedangkan untuk jagung dilakukan penyesuaian jadwal agar tidak ditanam pada periode kekeringan.

Di sisi lain, pemanfaatan air sungai sebagai sumber irigasi dilakukan secara selektif. Melalui Balai Perlindungan Tanaman Pertanian Hortikultura (BPTPH), pemerintah terlebih dahulu menguji kualitas air agar tidak menggunakan sumber air yang bersifat masam dan berpotensi merusak tanaman.

Hingga akhir Juli 2026, tercatat sekitar 5.803 hektare lahan pertanian di Kalimantan Selatan terdampak kekeringan. Namun, kondisi tersebut belum menyebabkan puso atau gagal panen.

Wilayah dengan dampak kekeringan terbesar berada di Kabupaten Tanah Laut seluas 3.393,3 hektare, disusul Barito Kuala seluas 1.736,3 hektare, dan Kabupaten Banjar seluas 353 hektare.

“Sampai hari ini belum ada yang puso. Yang ada baru terdampak kekeringan dan terus kami pantau melalui PPL, POPT, serta monitoring langsung ke lapangan agar penanganan bisa segera dilakukan,” kata Syamsir.

Ia menambahkan, pemerintah akan terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan kondisi lahan pertanian selama musim kemarau berlangsung, sekaligus memastikan seluruh sarana pendukung pengairan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh petani guna menjaga produksi pangan di Kalimantan Selatan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Daerah
Wisata Kawah Ijen Banyuwang...
Olahraga
Mengharap Final Leo/Daniel-...
Advertisement
Optimalkan Kapasitas Kapal dan Pembagian Muatan, ASDP Percepat Pemulihan Layanan Ketapang–Gilimanuk

Optimalkan Kapasitas Kapal dan Pembagian Muatan, ASDP Percepat Pemulihan Layanan Ketapang–Gilimanuk

27 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.