Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BPS: Pertanian 'Urban Farming' Menggeliat di Perkotaan Sumut

📅 Senin, 04 Des 2023, 17:02 WIB | Oleh:
BPS: Pertanian  'Urban Farming' Menggeliat di Perkotaan Sumut Doc: ANTARA/Mardiansyah Al Afghani
Ket. Ilustrasi. Warga RW 06 Kebon Kosong memeriksa tanaman kangkung hidroponik hasil Program Kampung Iklim (Proklim) di kawasan Kemayoran, Jakarta, Selasa (21/11).

MEDAN - Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Utara menyatakan, pertanian yang dilakukan di perkotaan dengan sebagian besar media tanamnya tidak di permukaan tanah atau "urban farming" terus menggeliat di provinsi tersebut.

"Ini salah satu hikmah dari pandemi COVID-19 lalu. Masyarakat mampu memanfaatkan ruang-ruang kecil untuk bertani yang hasilnya dapat mendukung ekonomi rumah tangga," ujar Kepala BPS Sumut Nurul Hasanudin dalam pemaparan hasil Sensus Pertanian 2023 Tahap I yang diikuti secara daring di Medan, Senin.

Berdasarkan Sensus Pertanian 2023 Tahap I pada 1 Juni-31 Juli, terdapat 494 unit usaha "urban farming" perorangan di Sumatera Utara.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 137 unit atau 27,73 persen, jumlah terbanyak dari wilayah lainnya, berada di Kota Binjai.

"Biasanya, 'urban farming' ini menggunakan teknik hidroponik, akuakultur, vertikultur dan lain-lain," kata Nurul.

Dia melanjutkan, usaha "urban farming" perorangan di Sumut tersebar nyaris di seluruh wilayah, mulai dari pantai timur ke pantai barat, baik di dataran tinggi maupun di lingkup kepulauan.

Di dataran tinggi Sumut, pertanian "urban farming" terbanyak ada di Kabupaten Simalungun dan Karo dengan jumlah masing-masing 13 unit.

Di pantai timur, Kota Binjai yang mendominasi "urban farming" dengan 137 unit. Sementara di pantai barat, "urban farming" terpusat di Kabupaten Tapanuli Tengah yang memiliki enam unit usaha di sana.

Terakhir, di kepulauan, "urban farming" Sumut mayoritas ada di Kabupaten Nias Selatan dengan 11 unit.

"Konsep 'urban farming' ini menjadi salah satu hal baru yang patut dicermati terkait pengembangan pertanian Sumut pada masa ini," tutur Nurul.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.