Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

UMKM Sagu Tumbuk Morella Segera Menembus Pasar Nasional

📅 Senin, 30 Okt 2023, 00:29 WIB | Oleh: Tim Penulis
UMKM Sagu Tumbuk Morella Segera Menembus Pasar Nasional Doc: ANTARA/Dedy Azis
Ket. Pemilik Sagu Tumbuk BAIntang Morella, Iva Sialana.

Ambon - Bertekstur seperti dodol namun tak kenyal, berwarna seperti cokelat namun tak begitu manis. Cocok dinikmati pada pagi atau sore hari sembari meminum secangkir kopi atau kala bersantai di para-para (balai bambu) di Desa Morella, Kabupaten Maluku tengah.

Itulah sagu tumbuk. Camilan berbahan dasar sagu bakar yang ditumbuk dan dimasak dengan gula merah atau gula pasir.

Bagi masyarakat Indonesia Timur, khususnya Maluku, sagu tumbuk menjadi salah satu camilan andalan pengganjal lapar yang murah meriah dan mudah dibuat.

Cara membuat sagu tumbuk yaitu dengan memasak kenari yang disangrai sampai berwarna kecokelatan.

Sagu lempeng atau sagu bakar ditumbuk sampai halus lalu kenari sangrai dimasukkan, kemudian tambahkan gula pasir/gula merah, tumbuk sampai semua bahan halus dan berminyak.

Salah satu desa wisata di Maluku yang menawarkan legitnya sagu tumbuk dengan citarasa yang khas yaitu Desa Wisata Morella, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku tengah.

Di desa wisata itu, sagu tumbuk seolah menjadi primadona camilan dan menduduki peringkat pertama setelah pisang goreng dan sukun goreng.

Bagaimana tidak, sagu tumbuk Morella selalu menjadi hidangan di meja pada pagi dan sore hari bagi masyarakat setempat.

Pasalnya, olahan sagu tersebut telah menjadi kudapan yang nyaris selalu dibuat di rumah-rumah warga.

Salah seorang di antaranya ialah Iva Sialana, perempuan yang memanfaatkan originalitas sagu tumbuk khas Morella sebagai pundi-pundi rupiah dengan cara berbeda dari yang lain.

Jika biasanya sagu tumbuk Morella dijajakan dengan kertas minyak dan wadah muka saja, Iva,ibu rumah tangga itu, mengemas sagu tumbuk menjadi lebih menarik dan bernilai tinggi.

Kalau biasanya harga sagu tumbuk itu Rp5.000 sampai Rp10.000, maka dengan kemasan yang menarik, harganya bisa naik hingga Rp20.000sampai Rp35.000per bungkus

Iva pun menceritakan awal mula bisnis sagu tumbuk yang digeluti ini menjadi ladang rupiah baginya.

Bermula dari keresahan hati atas sulitnya memperkenalkan sagu tumbuk di pasar nasional. Ivalantas menghimpun kelompok ibu-ibu rumah tangga di Morella untuk membuat bisnis sagu tumbuk ini.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.