Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Menteri PPPA: Kekerasan di Pesantren Jangan Digeneralisasi

📅 Selasa, 10 Okt 2023, 19:37 WIB | Oleh:
Menteri PPPA: Kekerasan di Pesantren Jangan Digeneralisasi Doc: istimewa
Ket. Kementerjan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) menggelar Roadshow di Pondok Pesantren serta Deklarasi Moderasi Pesantren Ramah Anak di beberapa pesantren.

JAKARTA - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga, menyoroti bahwa belakangan isu-isu kekerasan di satuan pendidikan termasuk pesantren cukup marak terjadi. Menurutnya, kasus-kasus tersebut jangan digenereralisasi.

"Belakangan isu kekerasan menimpa beberapa pesantren. Memang tidak boleh kita generalisasi, banyak pesantren-pesantren dan santri-santri yang bagus yang melahirkan alumni yang luar biasa," ujar Bintang, dalam keterangannya, Selasa (10/10).

Untuk mencegah kejadian serupa, pihaknya mendorong melalui program Pesantren Ramah Anak. Program tersebut merupakan komitmen nyata untuk menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan dan perkembangan para santri dengan segala potensi dan keunikannya.

Bintang berharap, pihaknya juga bekerja sama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) menggelar Roadshow di Pondok Pesantren. Deklarasi Moderasi Pesantren Ramah Anak di beberapa pesantren. Dia berharap program-program tersebut dapat mendorong pesantren sebagai ruang yang aman dan nyaman.

"Deklarasi (pesantren ramah anak) ini tidak hanya dihafal atau diucapkan saja, mari tanamkan dalam hati untuk diimplementasikan dalam kehidupan di pesantren dan lingkungan sekitar," jelasnya.

Dia menyebut, pesantren ramah anak dan anti kekerasan amat berkontribusi dalam mewujudkan SDM Indonesia berkualitas. Satuan pendidikan, kata dia, harus ramah anak dan dari segala bentuk kekerasan dan diskriminasi.

Bintang menambahkan, berdasarkan data Kementerian Agama tahun 2022/2023, ada lebih dari 39.000 pesantren di Indonesia. Dia mengajak seluruh pihak, termasuk para santri, untuk terus membangun sinergi kolaborasi bersama dalam menyelesaikan hulu isu kekerasan di pesantren melalui tindakan-tindakan pencegahan.

"Saya berharap para santri bisa menjadi agen perubahan sebagai pelopor dan pelapor. Sebagai pelopor menjadi inspirasi bagi teman sebaya sebagai agen perubahan yang positif, anak-anak berkualitas, tidak hanya pintar tapi berkarakter, sehat mental dan spiritual," tandasnya.

Sekretaris Jendral MUI, Amir Syah mengajak seluruh pihak di pondok pesantren agar menumbuhkan kasih sayang, kelembutan, perkataan yang menyenangkan dan menentramkan. Jangan sampai ada perkataan yang memprovokasi, adu domba, apalagi perkataan yang melecehkan dan memfitnah.

"Bagi para santri-santri seluruh Indonesia, stop bully, kekerasan, pelecehan seksual. Tidak ada tempat untuk perundungan, kekerasan dan pelecehan di pondok pesantren yang ada hanya tempat untuk kasih sayang. Tidak ada tempat untuk tindakan dan kata-kata yang melecehkan dan memfitnah," tegasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
Tiongkok Luncurkan Satelit ...
Luar Negeri
Qatar Dorong Negara Teluk H...
Pemkot Bandung Tertibkan 63 Bangunan Liar di Kawasan Dipati Ukur

Pemkot Bandung Tertibkan 63 Bangunan Liar di Kawasan Dipati Ukur

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
# 7
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
Crysencio Summerville
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.