Harga Emas Melonjak, Pakar Ingatkan: Tahan Nafsu, Jangan FOMO!
📅 Jumat, 30 Jan 2026, 22:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA/ Suriani Mappong
SAMARINDA – Literasi investasi emas menjadi penting di tengah meningkatnya minat masyarakat terhadap emas sebagai instrumen lindung nilai (safe haven).
Pemahaman yang memadai membantu masyarakat membedakan antara investasi emas yang legal dan aman dengan skema spekulatif atau ilegal yang berisiko merugikan.
Tanpa literasi yang baik, investor rentan terjebak pada fluktuasi harga jangka pendek, praktik penipuan, maupun keputusan emosional saat pasar bergejolak.
Dengan literasi yang kuat, investasi emas dapat dimanfaatkan secara proporsional sebagai bagian dari diversifikasi portofolio, bukan sekadar sarana spekulasi.
Oleh karena itu, edukasi yang berkelanjutan diperlukan agar emas benar-benar berfungsi sebagai instrumen perlindungan nilai dan pengelolaan keuangan jangka panjang yang sehat.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pakar ekonomi dari Universitas Mulawarman (Unmul) Felisitas Defung mengingatkan masyarakat agar tidak terjebak fenomena tak mau ketinggalan atau fear of missing out (FOMO) di tengah tren lonjakan harga emas yang dipicu oleh kondisi geopolitik serta ekonomi global.
"Bagi investor pemula, perlu berhati-hati jangan sampai hanya terpicu oleh harga yang sedang bagus karena investasi emas itu sifatnya jangka panjang dan bukan untuk sekadar mengejar keuntungan sesaat," kata Defung di Samarinda, Jumat (30/1).
Per hari ini harga emas di pasaran terpantau cukup tinggi, seperti produk Galeri24 yang dibanderol Rp3,26 juta per gram serta produk UBS yang menyentuh angka Rp3,27 juta per gram.
Sebaiknya Anda baca juga:
Defung menilai minat generasi milenial hingga Gen Z terhadap emas meningkat drastis akibat bombardir informasi di media sosial yang terus-menerus menampilkan grafik kenaikan harga harian secara masif.
"Kehadiran platform investasi digital memang mempermudah masyarakat untuk membeli emas mulai dari nominal kecil, misalnya Rp500 ribu, tanpa harus terpaku pada pembelian fisik seberat satu gram," cakapnya.
Kendati menawarkan kemudahan, masyarakat diminta waspada terhadap aplikasi investasi bodong dan wajib memastikan platform tersebut telah terdaftar resmi di Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti).
Ia menambahkan bahwa investasi digital cocok bagi generasi muda yang mengutamakan kepraktisan, namun investasi fisik tetap memiliki keunggulan bagi mereka yang merasa lebih aman memegang aset secara langsung meskipun membutuhkan biaya penyimpanan tambahan.
Akademisi tersebut menekankan bahwa strategi terbaik dalam berinvestasi emas adalah dengan tidak memaksakan diri membeli saat harga berada di puncak, apalagi jika modal yang digunakan berasal dari pinjaman atau utang.
"Edukasi yang komprehensif sangat diperlukan agar masyarakat Kalimantan Timur memiliki literasi keuangan yang mumpuni sehingga tidak sekadar mengikuti tren, namun mampu mengelola aset untuk masa depan yang lebih stabil," demikian Defung.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!