Khofifah Optimis Perekonomian 2024 akan Mengikuti Tren Positif Global
📅 Sabtu, 30 Sep 2023, 16:54 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S
Doc: Istimewa
SURABAYA - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, saat menyampaikan Nota Keuangan atas Rancangan Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur tentang APBD Tahun 2024, mengatakan bahwa kerangka perda tersebut sudah mempertimbangkan prediksi ekonomi global, nasional, dan asumsi makro Jawa Timur.
Menurutnya, proyeksi perekonomian global pada 2024 diperkirakan akan membaik. Sebab menurut World Economic Outlook (IMF, Juli 2023), pertumbuhan ekonomi global tahun 2024 diperkirakan akan berada pada level 3,0 persen. Pertumbuhan ekonomi negara-negara berkembang di Asia sendiri diproyeksikan tumbuh 5,0 persen pada 2024.
"Sementara itu, perkembangan lingkungan strategis nasional yang merupakan asumsi dalam penyusunan APBN Tahun 2024 meliputi pertumbuhan ekonomi 2024 (y-o-y) yang diperkirakan mampu tumbuh 5,2 persen. Laju lnflasi tahun depan juga insya Allah dapat dikendalikan pada 2,8 persen," katanya, Jumat (29/9).
Tak hanya itu, Nilai Tukar Rupiah pada 2024 diperkirakan bergerak pada kisaran Rp 15.000 per Dolar Amerika Serikat. Indonesia Crude Oil Price (ICP) atau harga minyak mentah Indonesia juga diperkirakan berada pada kisaran 80 dolar Amerika Serikat per barel.
"Memperhatikan dan menyesuaikan perkembangan ekonomi global dan nasional serta asumsi makro Jawa Timur Tahun tahun depan, maka kerangka Rancangan Perda kita tentang APBD 2024 disusun ke dalam Pendapatan Daerah, Belanja Daerah, dan Pembiayaan Daerah," katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Khofifah menuturkan, kekuatan Pendapatan Daerah pada penyusunan RAPBD Tahun Anggaran 2024 mencapai 28,9 triliun rupiah. Yang terdiri dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar 19,5 triliun rupiah, Pendapatan Transfer sebesar 9,3 triliun rupiah, dan Lain-lain Pendapatan Daerah yang Sah sebesar 29,2 miliar rupiah.
Dari Pendapatan Daerah tersebut, dipergunakan untuk Belanja Daerah sebesar 31,6 triliun rupiah. Dengan rincian untuk Belanja Operasi yang terdiri dari Belanja Pegawai, Belanja Barang dan Jasa, Belanja Subsidi, Belanja Hibah dan Belanja Bantuan Sosial.
Belanja Daerah juga meliputi Belanja Modal, Belanja Tidak Terduga, dan Belanja Transfer yang terdiri dari Belanja Bagi Hasil dan Belanja Bantuan Keuangan yang mendukung pelaksanaan Program Prioritas guna menstimulus Indikator Kinerja Utama Pemprov Jatim.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Belanja Daerah ini juga digunakan untuk pelayanan dasar wajib. Seperti pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum dan penataan ruang, perumahan rakyat dan kawasan pemukiman, ketenteraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat, juga sosial," katanya.
Dengan alokasi pendapatan daerah sebesar 28,9 Triliun rupiah dan alokasi kebutuhan belanja daerah sebesar 31,6 Triliun rupiah, sehingga ada defisit 2,1 triliun rupiah. Untuk menutup defisit, strategi yang dilakukan adalah dengan Pembiayaan Neto yang diperoleh dari selisih antara penerimaan pembiayaan berupa perkiraan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran Tahun Anggaran Sebelumnya (SiLPA) Tahun Anggaran 2023 sebesar 1,5 triliun rupiah.
Tak hanya itu, adapula Pencairan Dana Cadangan sebesar 600 miliar rupiah, dengan rincian pengeluaran pembiayaan daerah sebesar 9,1 miliar rupiah. Pengeluaran ini berupa pembayaran pokok hutang sebelum jatuh tempo kepada Lembaga Keuangan Bukan Bank, yaitu PT SMI atas Pinjaman Daerah yang digunakan untuk Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) akibat terdampak COVID-19.
Usai menyampaikan nota Keuangan atas rancangan perda, Khofifah juga mengajak segenap khalayak untuk turut menjadi agen yang mempromosikan buah mangga, sebagai produk lokal unggulan dari Jatim kepada kerabat terdekat dan masyarakat luas.
"Kita perlu meluaskan olahan mangga sehingga ketika musim mangga bisa dinikmati lebih lama karena sudah diolah. Hal ini juga bisa memberi nilai tambah bagi petani mangga karena dapat mengurangi potensi kebusukan".
"Jawa Timur ini banyak keragaman produk lokal yang unggul. Baik buah, sayur, hingga batik dan kerajinan tangan. Jadi harapannya, kita bisa mempromosikan produk-produk tersebut kepada masyarakat luas. Agar produk unggulan Jatim semakin meluas dan mendunia," pungkasnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!