Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gerak Cepat, Karantina dan Bakamla Perkuat Pengawasan Komoditas Pertanian di Kalsel

📅 Senin, 25 Sep 2023, 00:47 WIB | Oleh: Tim Penulis
Gerak Cepat, Karantina dan Bakamla Perkuat Pengawasan Komoditas Pertanian di Kalsel Doc: ANTARA/Firman
Ket. Kepala Karantina Pertanian Banjarmasin Nur Hartanto menerima kunjungan Koordinator Bidang Informasi Bakamla RI Jan Lucky Boy.

Banjarmasin - Gerak cepat, Karantina Pertanian Banjarmasin dan Badan Keamanan Laut (Bakamla) memperkuat kerja sama pengawasan segala bentuk tindakan penyelundupan, khususnya komoditas pertanian di wilayah perairan Kalimantan Selatan.

"Kerja sama ini sangat diperlukan karena yang memiliki kewenangan pengawasan dan penegakan hukum di wilayah perairan dan wilayah yurisdiksi Indonesia adalah Bakamla," kata Kepala Karantina Pertanian Banjarmasin Nur Hartanto di Banjarmasin, Minggu.

Diakui dia, ada beberapa titik rawan di wilayah Kalimantan Selatan yang menjadi kemungkinan masuk dan keluarnya media pembawa hama penyakit hewan karantina (HPHK) ataupun organisme pengganggu tumbuhan karantina (OPTK secara ilegal.

Oleh karenanya diperlukan kolaborasi dan koordinasi antar-instansi terkait supaya pelanggaran tersebut dapat dicegah secara optimal.

"Makanya kedepannya kami berharap kerja sama yang baik dengan Bakamla RI terus berlanjut dan ditingkatkan agar upaya penjagaan, pengawasan, dan pencegahan segala bentuk tindakan penyelundupan komoditas pertanian bisa sinergi dan hasilnya maksimal," ujarnya.

Diketahui Karantina Pertanian memiliki peran dalam pencegahan masuk, keluar, dan tersebarnya HPHK ataupun OPTK serta potensi pelanggaran aturan karantina melalui tempat pemasukan dan pengeluaran yang belum ditetapkan.

Sementara Koordinator Bidang Informasi Bakamla RI Jan Lucky Boy mengatakan pihaknya siap mendukung pencegahan penyelundupan komoditas hewan, tumbuhan, dan produknya melalui pertukaran informasi terkait data lalu lintas kapal, mulai dari asal atau tujuannya, perkiraan waktu sandar, hingga isi muatan kapal.

"Secara nasional Bakamla dan Badan Karantina Pertanian sudah memiliki perjanjian kerja sama (PKS) sehingga tinggal ditindaklanjuti hingga ke level daerah agar pengawasan dan penindakan perkarantinaan pertanian di wilayah perairan dan wilayah yurisdiksi Indonesia dapat berjalan baik," tuturnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar

Insiden Kapal Virgo: 1 Penumpang Meninggal, 125 Dalam Pencarian

50 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
Insiden Kapal Virgo: 1 Penu...
Advertisement
Cuaca Buruk, Kapal Virgo Transport Membawa 243 Orang Hilang Kontak di Laut Jawa

Cuaca Buruk, Kapal Virgo Transport Membawa 243 Orang Hilang Kontak di Laut Jawa

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.