Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menlu Retno: Indonesia Pastikan Asean sebagai Global Epicentrum Growth

📅 Jumat, 22 Sep 2023, 17:47 WIB | Oleh:
Menlu Retno: Indonesia Pastikan Asean sebagai Global Epicentrum Growth Doc: Dok Kementerian Luar Negeri Indonesia
Ket. Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno LP Marsudi

NEW YORK - Indonesia selaku ketua Asean, turut membuka Pertemuan Tingkat Tinggi Fostering Partnerships for our Common Future: Enhancing Multi-Stakeholder Partnerships to Accelerate the SDGs in Asean di New York, Amerika Serikat (AS), pada Rabu (20/9) waktu setempat.

Selain Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno LP Marsudi, sesi pembukaan juga dihadiri oleh Perdana Menteri Thailand, Presiden Timor-Leste, dan Sekretaris Eksekutif UN-ESCAP.

Sebagai ketua Asean, Indonesia tegaskan bahwa kemitraan inklusif untuk mencapai SDGs tetap menjadi prioritas di bawah tema ASEAN Matters: Epicentrum of Growth.

Kendati banyak tantangan sebagai ketua Asean di tahun 2023, Indonesia tetap majukan kawasan sebagai global epicentrum of growth, melalui penguatan ketahanan kawasan dan membentuk agenda pembangunan Kawasan.

Kemitraan di bidang arsitektur kesehatan, ketahanan pangan dan energi, serta stabilitas keuangan akan melindungi kawasan dari future shocks yang dapat menghambat pencapaian SDGs.

"Kemitraan ini adalah satu-satunya jalan untuk pastikan kawasan ini sebagai epicentrum of growth," tegas Menlu Retno seperti dikutip dari laman kemlu.go.id, Jumat (22/9).

Menlu Retno sampaikan bahwa masa depan Asean harus green, sustainable dan inklusif bagi masyarakat Asean, melalui transisi energi di kawasan. Masa depan ekonomi Asean juga digital melalui pengesahan Asean Digital Economy Framework Agreement, yang diharapkan dapat mempercepat pencapaian SDGs di kawasan.

Pertemuan tingkat tinggi ini merupakan bagian dari rangkaian high-level week Sidang Majelis Umum PBB ke-78 dan salah satu dari beberapa kegiatan terkait Asean di New York. Deputi Sekjen Asean, dan beberapa NGO Thailand juga terlibat sebagai panelis dalam pertemuan ini. I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
Surabaya Siapkan Sensor Pem...
Ekonomi
BNI Private Dinobatkan seba...
Advertisement
Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.