Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Normalisasi Sungai Cibanten Terkendala Pemukiman Warga di Bantaran Sungai

📅 Kamis, 21 Sep 2023, 10:05 WIB | Oleh: Tim Penulis
Normalisasi Sungai Cibanten Terkendala Pemukiman Warga di Bantaran Sungai Doc: ANTARA/Asep Fathulrahman
Ket. Sejumlah rumah terendam banjir di Kampung Pekarungan Kota Serang, Banten, Selasa (1/3/2022). Banjir terjadi akibat luapan Sungai Cibanten setelah terjadi hujan dengan intensitas tinggi.

SERANG - Normalisasi aliran sungai Cibanten, Kota Serang, Banten terkendala pemukiman warga yang berada di bantaran sungai.Pejabat pembuat komitmen (PPK) Sungai dan Pantai Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau Ciujung Cidurian (BBWSC3) Junaedy Malay, di Serang, Banten, Kamis (21/9) mengatakan proses pekerjaan normalisasi sungai Cibanten terkendala karena adanya rumah penduduk yang berdiri di tanggul pada bantaran sungai yang berlokasi di dekat jembatan Kasemen, Serang.

"Yang dijadikan akses jalan penduduk itu ditempati jadi pemukiman, harusnya membuat bangunan itu di luar bantaran sungai," katanya ditemui di kantor BBWSC3.

Namun, Junaedy belum bisa memastikan kapan akan melakukan relokasi warga yang ada di bantaran sungai Cibanten. Pihaknya akan mengundang semua pihak untuk menyelesaikan permasalahan yang ada di sungai Cibanten.

"Walau itu tanah negara kita ingin dilakukan secara musyawarah. Intinya bagaimana badan sungai itu memang khusus untuk aliran sungai bukan untuk rumah," jelasnya.

DikatakanJunaedy, garis sepadan sungai seharusnya sekitar 50 meter dari titik asli sungai tersebut. Sehingga tidak boleh ada warga yang mendirikan bangunan sepanjang garis sepadan sungai.

Junaedy berharap normalisasi sungai bisa secepatnya terselesaikan karena normalisasi sungai bukan hanya mengeruk sedimen tetapi juga mensterilkan sepadan sungai dari bangunan. Saat ini pengerjaan normalisasi sungai ditargetkan 2-3 kilometer hingga bulan Desember.

"Belum bisa dipastikan normalisasinya tahun ini. Harapannya bisa cepatlah karena kalau menormalkan sungai bukan hanya mengeruk sedimen," katanya.

Sementara itu, Asda ll Kota Serang Yudi Suryadi mengungkapkan, sebelum melakukan normalisasi sungai Cibanten harus terlebih dahulu mencari solusi untuk warga yang tinggal di bantaran sungai.

Menurut Yudi, bagaimanapun juga warga yang tinggal di bantaran sungai adalah warga Kota Serang sehingga dirasa perlu untuk mencari solusi terbaik.

"Ini yang terkendala pas di jembatan warna warni di Kasemen ternyata banyak rumah di sepanjang sungai. Kurang lebih ada 50-60 rumah," katanya.

Yudi juga mengingatkan, jika memang bantaran sungai merupakan kewenangan BBWSC3 maka seharusnya ada petugas yang bertugas untuk mengamankan agar tidak ada penduduk yang membuat bangunan di bantaran sungai.

"Jangan sampai ada pembiaran, ini sering terjadinya ada pembiaran. Ada bangunan liar ini didiamkan akhirnya yang tadinya gubuk dikit-dikit diperbaiki dan dibangun," jelasnya.

Yudi mengatakan, untuk sementara BBWSC3 melakukan normalisasi di wilayah bantaran sungai yang tidak ada bangunan penduduknya terlebih dahulu.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp84.400/...
Daerah
Bus Transjateng Akan Tambah...

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

49 menit yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
Olahraga
Janice Tjen Mulus ke Peremp...
Nasional
Grab Tegaskan Rumor Hengkan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.