Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Di Sub Sahara Afrika Barat, Garam Ditukar dengan Emas

📅 Rabu, 20 Sep 2023, 06:10 WIB | Oleh:

Pada abad ke-10 M, Sanhaja Berber, yang menguasai tambang garam di Awlil dan Taghaza dan transportasi melalui kota-kota perdagangan seperti Audaghost, mulai menentang monopoli perdagangan Kekaisaran Ghana. Pada abad ke-11 M, tambang Awlil berada di tangan Takrur, namun Kekaisaran Mali (1240-1645 M) yang mendominasi perdagangan garam sub-Sahara setelah runtuhnya Kekaisaran Ghana.

Namun, pelabuhan sungai semi-independen seperti Timbuktu mulai mencuri peluang perdagangan dari raja-raja Mali di wilayah barat. Kerajaan berikutnya yang mendominasi wilayah ini dan pergerakan garam adalah Kekaisaran Songhai (abad 15-16 M) dengan ibu kota perdagangannya yang besar di Gao.

Garam mungkin jarang ditemukan di sabana, namun di kota pertambangan gurun seperti Taghaza (sumber garam utama Sudan hingga abad ke-16 M) dan Taoudenni, komoditas tersebut masih begitu melimpah. Bahkan garam batu yang keras malah sering digunakan untuk membangun rumah.

Tambang garam sebagai tempat penghasil uang menarik persaingan untuk mendapatkan kepemilikan atasnya. Seperti ketika pemimpin Maroko, Muhammad al-Mahdi, berusaha menguasai pasar dengan mengatur agar beberapa pedagang garam terkemuka Tuareg dibunuh di Taghaza pada pertengahan abad ke-16 Masehi.

Memang secara harfiah, siapa pun yang menguasai perdagangan garam juga menguasai perdagangan emas. Kedua komoditas merupakan pilar ekonomi utama berbagai kerajaan dalam sejarah Afrika Barat. hay/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Modena Tawarkan Diskon hingga 77 Persen di PRJ

1.5 jam yang lalu | Haryo Brono

Rona
Modena Tawarkan Diskon hing...
Pramono Cabut KJP dan KJMU Siswa Bermasalah, Pelaku, Perundungan dan Tawuran

Pramono Cabut KJP dan KJMU Siswa Bermasalah, Pelaku, Perundungan dan Tawuran

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.