Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gerak Cepat, BKKBN Instruksikan Kalbar Sasar Daerah Strategis untuk Tekan Stunting

📅 Kamis, 07 Sep 2023, 00:13 WIB | Oleh: Tim Penulis
Gerak Cepat, BKKBN Instruksikan Kalbar Sasar Daerah Strategis untuk Tekan Stunting Doc: ANTARA/Astrid Faidlatul Habibah
Ket. Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo dalam Rapat Koordinasi Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Pelayanan Keluarga Berencana Rumah Sakit (PKBRS) di Pontianak, Kalimantan Barat, Rabu (6/9/2023).

Pontianak - Gerak cepat, Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo menginstruksikan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) untuk menyasar daerah strategis agar mampu menekan stunting dengan cepat.

"Kalimantan Barat stuntingnya tinggi masih 27 persen sehingga kita perlu menyasar daerah-daerah yang strategis," katanya dalam Rapat Koordinasi Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Pelayanan Keluarga Berencana Rumah Sakit (PKBRS) di Pontianak, Kalbar, Rabu.

Hasto menuturkan salah satu cara untuk menurunkan angka stunting Kalbar yang masih di level 27,8 persen adalah dengan menyasar daerah strategis seperti Sambas yang memiliki jumlah penduduk banyak atau Melawi yang tingkat pernikahan dininya masih tinggi.

Secara detail, stunting di Kalbar di antaranya terdiri dari Sintang 18,7 persen, Kota Pontianak 19,7 persen, Ketapang 22,3 persen, Kota Singkawang 23,5 persen, Kayong Utara 25,1 persen, Mempawah 25,1 persen, dan Kubu Raya 27,6 persen.

Selanjutnya, Bengkayang 30,1 persen, Sambas 30,5 persen, Sanggau 32,5 persen, Landak 32,5 persen, Sekadau 35,5 persen, Kapuas Hulu 37,9 persen, dan Melawi 44,1 persen.

"Ini menuju target 14 persen masih membutuhkan energi cukup keras (untuk Kalbar)," ujarnya.

Ia menjelaskan penyebab stunting di antaranya karena faktor Air Susu Ibu (ASI) yang tidak sesuai kebutuhan, asupan anak yang tidak baik, pola asuh anak tidak baik, hingga anak yang sering sakit.

Menurutnya, stunting harus diatasi karena akan menimbulkan beberapa dampak mulai dari terganggunya perkembangan otak, kecerdasan berkurang, dan gangguan pertumbuhan fisik serta metabolisme dalam tubuh.

Selain itu, stunting juga dapat menurunkan kemampuan kognitif dan prestasi belajar, menurunkan kekebalan tubuh sehingga sering terkena penyakit, serta meningkatkan risiko memiliki beragam penyakit seperti diabetes, kanker, jantung, stroke dan sebagainya.

Sementara di Kalbar sendiri, sudah ada 4.203 tim pendamping keluarga (TPK) atau 12.609 orang yang terdiri dari bidan atau tenaga kesehatan lainnya, kader Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK), kader Keluarga Berencana (KB) dan kader pembangunan lainnya.

Tugas dari TPK tersebut adalah meningkatkan akses informasi dan pelayanan melalui penyuluhan, fasilitasi pelayanan rujukan, fasilitasi penerimaan program bantuan sosial sekaligus mendeteksi dini faktor risiko stunting.

Sasaran dari TPK adalah calon pengantin, ibu hamil, ibu pasca persalinan, serta anak usia nol sampai lima tahun.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Luar Negeri
Kawasan Teluk Protes Keras ...
Luar Negeri
Gaun Balas Dendam Putri Dia...
Advertisement
Tragedi Masalembo Meledak, Menhub Dudy Perintahkan Usut Tuntas Penyebab KM Virgo Transport 8

Tragedi Masalembo Meledak, Menhub Dudy Perintahkan Usut Tuntas Penyebab KM Virgo Transport 8

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.