Isu Stunting dan Jaminan Kesehatan Populer Saat Kampanye Pilkada, Tapi Tak Jelas Solusinya
📅 Minggu, 03 Sep 2023, 12:00 WIB | Oleh: Tim PenulisKesehatan, meskipun esensial bagi keberlanjutan kehidupan masyarakat, terkadang tersingkir oleh isu-isu lain yang dianggap lebih mendesak seperti pembangunan ekonomi dan infrastruktur.
Dalam kaitan dengan kampanye politik, media memiliki peran sentral dalam menentukan agenda publik. Media memainkan peran kritis dalam membentuk opini publik, yang pada gilirannya memengaruhi keputusan politik.
Namun begitu, media bisa memengaruhi hasil pemilu melalui cara mereka meliput berita yang dapat dimanipulasi oleh aktor politik. Politikus menggunakan berbagai taktik, termasuk manipulasi berita dan pemintalan narasi, untuk menciptakan kesan yang menguntungkan bagi mereka.
Di sisi lain, isu kesehatan, meskipun jarang menjadi sorotan utama dalam kampanye, memiliki potensi untuk menjadi agenda politik alternatif.
Sebaiknya Anda baca juga:
Penelitian lain menunjukkan bahwa media bertanggung jawab memberikan informasi yang akurat mengenai isu kesehatan kepada publik. Hal ini menegaskan bahwa liputan yang sedikit mengenai isu kesehatan bisa mencerminkan prioritas atau persepsi media terhadap apa yang dianggap penting oleh publik.
Pada era desentralisasi, ruang untuk melakukan eksperimen kebijakan kesehatan hingga tingkat daerah semakin terbuka. Politikus yang ingin mendapatkan suara dalam pemilu sangat penting untuk menyebarluaskan dan mempromosikan model-model kebijakan kesehatan yang berhasil. Model-model ini kemudian dapat direplikasi dan akhirnya diadopsi.
Oleh karena itu, keterlibatan politikus, calon anggota legislatif, calon kepala daerah dan presiden dalam isu kesehatan secara signifikan berdampak pada kesehatan masyarakat.
Sebaiknya Anda baca juga:
Meskipun para politikus mungkin hanya memanfaatkan sebagian kecil dari isu kesehatan dalam kampanye mereka, mereka tetap memilih topik kesehatan yang paling dekat dengan pemilih.
Karena kesehatan sebagai kepentingan utama bagi banyak pemilih, penelitian ini mengingatkan bahwa lebih banyak perhatian harus diberikan pada cara isu kesehatan diperkenalkan dan diperdebatkan dalam ranah politik elektoral.![]()
Ilham Akhsanu Ridlo, Adjunct assistant professor in Faculty of Public Health, Universitas Airlangga
Artikel ini terbit pertama kali di The Conversation. Baca artikel sumber.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!