Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Isu Stunting dan Jaminan Kesehatan Populer Saat Kampanye Pilkada, Tapi Tak Jelas Solusinya

📅 Minggu, 03 Sep 2023, 12:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Isu Stunting dan Jaminan Kesehatan Populer Saat Kampanye Pilkada, Tapi Tak Jelas Solusinya Doc: The Conversation/Kominfo Jatim
Ket. Baliho saat pemilihan gubernur dan wakil gubernur Jawa Timur pada 2018.

Ilham Akhsanu Ridlo, Universitas Airlangga

Masalah bayi tengkes (stunting) dan jaminan pembiayaan kesehatan adalah dua isu kesehatan yang populer dalam masa kampanye politik, terutama pemilihan kepala daerah (pilkada).

Riset terbaru saya dari studi kasus pemilihan gubernur Jawa Timur 2018 menunjukkan dari sembilan portal media yang dianalisis masing-masing secara kuantitas paling banyak hanya 6% dari keseluruhan artikel berita kampanye yang membahas isu kesehatan.

Riset ini menganalisis 4.023 berita daring secara retrospektif pada masa kampanye Pilkada Jawa Timur, Maret-Juni 2018, yang diterbitkan portal berita nasional dan daerah.

Kala itu, politikus PDI Perjuangan Saifullah Yusuf dan Puti Guntur Soekarno bersaing dengan Khofifah Indar Parawansa dan Emil Dardak, yang diusung Partai Demokrat dan partai lainnya, masing-masing sebagai calon gubernur dan wakil gubernur. Khofifah-Emil menang.

Representasi jumlah berita kesehatan itu menyiratkan sejauh mana isu kesehatan mewarnai diskusi politik di tingkat daerah walau prosentasinya di bawah 10%.

Walaupun riset ini mengambil studi kasus selama kampanye Pilkada Jawa Timur tahun 2018, setidaknya ini dapat menjawab bagaimana isu kesehatan ini diangkat sebagai bahan kampanye para politikus untuk meraup dukungan politik.

Pertanyannya: apakah isu tersebut semata-mata hanya menjadi jualan politik atau benar-benar ditujukan untuk menawarkan solusi bagi kesehatan masyarakat?

Media punya peran penting dalam menentukan agenda politik yang perlu disorot oleh politikus dan sebaliknya.

Kesehatan dalam sorotan kampanye politik

Hasil riset tersebut menunjukkan isu tentang jaminan kesehatan khususnya soal BPJS Kesehatan (16,5%) menjadi pilihan populer bagi politikus dalam kampanye pemilihan umum.

Masalah yang juga tak kalah populis adalah menyangkut stunting atau tengkes (28,5%). Dua isu ini menduduki urutan teratas dalam "jualan isu" kesehatan untuk mendulang suara pemilih.

Isu lainnya adalah masalah kesehatan dengan konteks lokal, mulai dari fasilitas kesehatan, tenaga kesehatan, isu gizi buruk, kusta, rokok dan tembakau, perilaku gaya hidup sehat, kehamilan dan menyusui, hingga disabilitas.

Isu kesehatan dalam kampanye politik dipandang sangat kontekstual, tapi sayangnya, isu kesehatan juga sering kali ditampilkan sebagai isu populis oleh para kandidat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Nasional
Kepala Bapanas: Stok Beras ...

Jakarta Terima Hadiah Ultah Mencapai Rp22,2 Triliun

16 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Jakarta Terima Hadiah Ultah...
Ekonomi
Asik, Sambut Libur Sekolah ...
Megapolitan
Warga Gagalkan Aksi Dua Pen...

Kerukunan dan Kebebasan Beribadah Patut Disyukuri

24 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Kerukunan dan Kebebasan Ber...

Siswa Bermasalah Tak Layak Menerima Bantuan Biaya Sekolah

33 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Siswa Bermasalah Tak Layak ...

Haree Gini Masih Buang Sampah Sembarangan…Bakal Masuk Bui

38 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Haree Gini Masih Buang Samp...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
# 7
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
Crysencio Summerville
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.