Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gubernur Jateng Minta Helikopter BNPB Tangani Kebakaran Gunung Sumbing

📅 Minggu, 03 Sep 2023, 16:27 WIB | Oleh:
Gubernur Jateng Minta Helikopter BNPB Tangani Kebakaran Gunung Sumbing Doc: ANTARA/HO-BNPB
Ket. Visual karhutla di Gunung Sumbing, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, Jumat (1/9).

SEMARANG -- Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk meminta bantuan helikopter pemadam kebakaran guna mempercepat penanganan kebakaran di lereng Gunung Sumbing, Kabupaten Wonosobo.

"Kebakaransekarang sedang ditangani. Kami sudah koordinasi dengan Kapolda dan BNPB untuk minta helikopter pemadam kebakaran," katanya di Semarang, Minggu.

Ganjar mengungkapkan bahwa dari hasil koordinasi tersebut, BNPB berencana mengirimkan helikopter pengangkut air pada Senin (4/9) untuk memadamkan kebakaran di lereng Gunung Sumbing.

Saat ini, lanjut dia, helikopter milik BNPB masih diperbantukan untuk penanganan kebakaran di wilayah Aceh.

"Beberapa titik di Indonesia memang sedang kebakaran sehingga helikopternya baru dikirim tanggal 4 September 2023," ujarnya.

Kendati demikian, Ganjar mengungkapkan jika saat ini tim sudah turun dan meninjau ke lokasi kebakaran.

"Sudah turun, tinggal mempercepat pemadaman saja," katanya.

Kawasan hutan petak 29-2 Gunung Sumbing di Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, hingga Sabtu (2/9) sore masih terbakar, sedangkan para relawan dari unsur TNI, Polri, BPBD, Perhutani, dan masyarakat berupaya memadamkan api.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Wonosobo Bambang Triyono menyebutkan masih terdapat titik api di petak 29-2, sedangkan di petak 29-1 sudah padam.

"Untuk wilayah Banyumudal sudah padam, namun di wilayah Lamuk masih ada titik api. Oleh karena itu kami bergeser ke arah barat di Lamuk," ujarnya.

Jarak tempuh atau jangkauan kebakaran dengan ketinggian 2.500 sampai dengan 2.900 meter di atas permukaan laut mengakibatkan selang pemadam kebakaran tidak memungkinkan.

"Kami melakukan pemadaman secara manual dengan sistemgepyokdan perlengkapan lain yang kami siapkan," katanya.

Selain itu, para relawan juga membuat ring atau sekat untuk pembatasan agar api tidak menyebar.

Ia memerinci lokasi yang terbakar di petak 29-1 sekitar 221,5 hektare, kemudian di petak 29-2 luas baku ada 18,7 hektare.

Tanaman yang terbakar di petak tersebut berupa rumput dan alang-alang, sedangkan lokasi kebakaran jauh dari rumah warga sehingga aman.

Wargamaupun pendaki diimbau tidak bermain api di kawasan hutan karena pada musim kemarau panjang ini rumput maupun pepohonan sudah banyak yang mengering sehingga rawan terjadi kebakaran.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

PSG Gandeng Google, Gemini Resmi Jadi Asisten AI Klub

17 menit yang lalu | Benny Mudesta Putra

Olahraga
PSG Gandeng Google, Gemini ...

Tren Mendaki "Tek Tok" Makan Korban, Malaysia Larang Jalur Berisiko

23 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Tren Mendaki "Tek Tok" Maka...
Luar Negeri
Kenapa Ada Kebijakan Baru I...
Olahraga
Ini Klasemen Grup A Piala A...
Luar Negeri
Semoga Tidak Ada Korban Jiw...
Ekonomi
Diversifikasi Ekspor Jadi K...

Deflasi Juli Jadi Alarm Sekaligus Peluang bagi Stabilitas Ekonomi

Deflasi Juli Jadi Alarm Sekaligus Peluang bagi Stabilitas Ekonomi

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.