Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Prancis Konfirmasi Kasus Hantavirus Langka, Strain Andes Bisa Menular Antar Manusia

📅 Jumat, 07 Agu 2026, 05:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Prancis Konfirmasi Kasus Hantavirus Langka, Strain Andes Bisa Menular Antar Manusia Doc: Antara
Ket. Ilustrasi - Sampel Hantavirus

Paris – Seorang warga berkewarganegaraan ganda Prancis-Argentina terkonfirmasi terinfeksi hantavirus setelah berlibur di Prancis pada Juli lalu. Pasien tersebut kemudian diisolasi di Spanyol, kata Kementerian Kesehatan Prancis pada Kamis (6/8).

Kementerian menyatakan pasien hanya mengalami gejala ringan dan kini sudah tidak lagi menunjukkan gejala. Meski demikian, otoritas telah menerapkan seluruh langkah yang diperlukan untuk menelusuri riwayat perjalanan pasien dan mengidentifikasi kemungkinan kontak erat.

Menurut kementerian, para ahli dijadwalkan menggelar pertemuan pada Kamis untuk menentukan langkah penanganan selanjutnya. Koordinasi lintas negara di tingkat Eropa juga mulai dilakukan guna mengantisipasi potensi penyebaran virus.

Infeksi pasien dipastikan berasal dari strain Andes, satu-satunya jenis hantavirus yang diketahui dapat menular dari manusia ke manusia.

Hingga saat ini, otoritas kesehatan belum menyatakan adanya keterkaitan antara kasus terbaru tersebut dengan wabah hantavirus strain Andes yang terjadi di sebuah kapal pesiar pada awal tahun ini dan sempat memicu kewaspadaan kesehatan global.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebelumnya mengumumkan berakhirnya wabah tersebut pada awal Juli setelah seluruh pasien yang terdampak menyelesaikan masa karantina.

Dalam perkembangan terkait, seorang perempuan asal Prancis yang tertular hantavirus saat berada di kapal pesiar MV Hondius akhirnya diperbolehkan keluar dari unit perawatan intensif (ICU) pada Kamis setelah menjalani perawatan selama hampir tiga bulan.

Kementerian Kesehatan Prancis menjelaskan perempuan tersebut dipulangkan dari luar negeri ke Prancis pada Mei lalu dalam kondisi kritis bersama empat warga Prancis lainnya. Empat orang tersebut tidak mengalami infeksi hantavirus.

Saat ini pasien telah dipindahkan ke pusat rehabilitasi untuk menjalani pemulihan lebih lanjut.

Wabah yang berkaitan dengan kapal pesiar MV Hondius tercatat menyebabkan 13 kasus, termasuk tiga kematian.

Hantavirus merupakan virus langka yang umumnya ditularkan oleh hewan pengerat. Hingga kini belum tersedia vaksin maupun pengobatan khusus untuk mengatasi infeksi tersebut.

Meski demikian, jumlah kasus yang berasal dari kapal pesiar tersebut relatif kecil dibandingkan puluhan ribu infeksi hantavirus yang dilaporkan setiap tahun di seluruh dunia. Sebagian besar kasus terjadi akibat kontak langsung manusia dengan tikus atau hewan pengerat yang terinfeksi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
Olahraga
Timnas Indonesia Matangkan ...

Buruh Gelar Aksi Unjuk Rasa di Jakarta

34 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Buruh Gelar Aksi Unjuk Rasa...
Advertisement
Asian Games Jepang Disorot: Akomodasi Kacau, Transportasi Dikeluhkan Kontingen

Asian Games Jepang Disorot: Akomodasi Kacau, Transportasi Dikeluhkan Kontingen

25 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.