Geliat Pengrajin Keju Mozzarella, Jatim Bangkit dari Dampak PMK
📅 Sabtu, 02 Sep 2023, 05:11 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo SSecara terpisah, Kepala Dinas Peternakan Jatim, Indyah Aryani, menjelaskan, upaya pemulihan dari dampak PMK memang membutuhkan waktu, mengingat ganasnya wabah dan besarnya jumlah ternak di Jatim.
"Mereka sempat terinfeksi, lalu diobati sembuh. Tapi sapi perah ini putingnya terluka, sehingga sakit tidak mau diperah, dan tidak mau makan," ujarnya.
"Target pulih kita harap secepatnya, tapi itu butuh waktu, kami berharap setidaknya 2024. Tetapi itu juga kita butuh tambahan betina-betina harus bunting, karena laktasi ini dari sapi yang beranak. Maka IB kita push, agar ada laktasi untuk menambah produksi susu kita," ungkapnya.
Selain pengobatan, sapi yang sakit, untuk kembali fit (bugar) kembali butuh proses, sehingga asupan nutrisi harus bagus.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Pemulihan harus pakannya baik, kita sudah berikan subsidi konsentrat (pakan ternak) 25 ribu ton untuk recovery seluruh peternak di Jatim".
"Karena badannya harus fit. Kemarin untuk melek saja matanya susah ,sekarang kondisinya sudah mulai klimis (segar)," tutur Indyah.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!