Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

59 Ekor Ternak di Tulungagung Terpapar PMK

📅 Rabu, 04 Feb 2026, 06:22 WIB | Oleh:
59 Ekor Ternak di Tulungagung Terpapar PMK Doc: Istimewa
Ket. Pengawasan lalu lintas ternak di pasar hewan juga diperketat untuk mencegah masuknya ternak sakit.

TULUNGAGUNG - Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur mengidentifikasi kasus baru penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak sapi pada awal 2026.

Dikutip dari Antara, Kepala Bidang Kesehatan Hewan Disnakeswan Tulungagung Tutus Sumaryani, Selasa, mengatakan, kondisi cuaca yang tidak menentu dengan curah hujan tinggi dan kelembapan meningkat menjadi salah satu faktor yang membuat ternak rentan terserang penyakit.

"Sejak pertengahan Januari 2026 kami menerima laporan adanya 59 kasus PMK pada sapi potong. Hingga saat ini belum ada laporan ternak mati akibat PMK," kata Tutus.

Ia menjelaskan, berdasarkan hasil pemetaan, mayoritas temuan kasus berada di Kecamatan Ngantru dan Rejotangan.

Wilayah dengan temuan terbanyak umumnya berada di kawasan perbatasan antarwilayah.

Menurut Tutus, kemunculan kembali PMK diduga dipicu masuknya ternak baru dari luar daerah yang membawa virus PMK dan menularkannya ke ternak lokal.

Beberapa ternak yang terpapar diduga belum mendapatkan vaksinasi PMK.

Meski demikian, ia menyebut sejumlah ternak yang telah divaksin tetap bisa terpapar, namun proses pemulihannya relatif lebih cepat dibandingkan ternak yang belum divaksin.

Sebagai langkah penanganan, Disnakeswan Tulungagung kembali menggencarkan vaksinasi PMK serta melakukan desinfeksi di Pasar Hewan Terpadu.

Pengawasan lalu lintas ternak di pasar hewan juga diperketat untuk mencegah masuknya ternak sakit.

Terkait pembatasan lalu lintas ternak, Tutus menegaskan pihaknya tidak dapat melakukan penutupan karena status PMK saat ini telah ditetapkan sebagai penyakit endemis secara nasional.

"PMK sudah berstatus endemis sehingga tidak menjadi dasar penutupan lalu lintas ternak," pungkasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Belajar merangkai kain batik di Semarang

36 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Ekonomi
Digitalisasi ekonomi melalu...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.