Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Geliat Pengrajin Keju Mozzarella, Jatim Bangkit dari Dampak PMK

📅 Sabtu, 02 Sep 2023, 05:11 WIB | Oleh:
Geliat Pengrajin Keju Mozzarella, Jatim Bangkit dari Dampak PMK Doc: Koran Jakarta / Selocahyo
Ket. Pekerja mengolah susu sapi dalam proses pembuatan Mozzarella di Unit Produksi Olahan Keju, di Dusun Brau Atas, Desa Gunungsari, Kecamatan Bumiaji, baru-baru ini.

SURABAYA - Siapa tak kenal mozzarella, keju lumer nan menggiurkan khas Italia. Meski sama-sama berasal dari susu sapi yang di pasteurisasi, mozzarella dibuat tanpa melalui proses pematangan, melainkan diputar atau dipotong.

Kandungan lemaknya yang tinggi membuat keju ini memiliki sensasi gurih yang kuat, kerap menjadi pelengkap berbagai jenis makanan 'kekinian'.

Bagi Anda menyukai mozzarella, tentu menarik bila dapat melihat proses pembuatannnya.

Tak perlu jauh-jauh ke Naples, Italia, tempat mozzarella pertama kali dibuat pada abad ke 12, cukup datang ke Kota Batu, Jawa Timur, kita dapat melihat langsung produksi keju mozzarella milik warga.

Adalah Dapin Marendra, pemilik unit produksi olahan keju Mozzarella, "Cheezu", yang merintis usahanya sejak 2017 di Dusun Brau Atas, Desa Gunungsari, Kecamatan Bumiaji. Melihat produksi susu sapi yang melimpah di Kota Batu, dan ilmu tata boga yang ia kuasai, pria berusia 37 tahun ini memberanikan diri memulai kreasi produk olahan ini.

Dengan kapasitas produksi 1 ton per bulan, Mozzarella buatannya telah dipasarkan hingga ke Surabaya, Jember, Lumajang, Blora, Jakarta, Bali dan Kalimantan.

"Keunggulan Mozzarella kami memiliki cita rasa lebih gurih dibanding produk impor yang cenderung 'plain', sehingga cocok untuk usaha kuliner seperti pizza lokal, ayam geprek dan lainnya,' tutur dia, baru-baru ini.

Dia mengisahkan, sebelum wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) merebak di Jawa Timur, produksi susu di Dusun Brau yang dikenal sebagai kampung sapi, bisa mencapai 1.300 liter perhari, sehingga dapat menghasilkan keju Mozzarella hinhga mencapai 4 ton per bulan.

"Setelah wabah tuntas, suplai bahan baku susu masih belum pulih, sekarang sekitar seribu liter per hari. Ini membuat produksi kita ikut turun," ungkapnya.

Namun Dapin optimis bahwa pemulihan yang sekarang sedang berjalan akan mengembalikan tingkat usahanya seperti sebelum wabah PMK merebak pada Mei 2022.

"Sebetulnya sekarang sudah cukup menggembirakan karena dulu saat puncak wabah, kami sempat berhenti total produksi karena tidak ada suplai bahan baku. Bahkan tiga pekerja kami harus mencari pekerjaan lain," tutur pemilik usaha yang kini membawahi lima karyawan ini.

Senada, kalangan peternak membenarkan bahwa saat ini usaha mereka sedang dalam tahap pemulihan. Ketua Kelompok Tani Margomulyo, Munir Khan, mengatakan, sebelum PMK merebak, warga Dusun Brau Atas, yang mendapat julukan kampung susu tersebut memiliki 1.200 ekor sapi perah dengan kapasitas produksi susu 7.500 liter per hari.

"Sempat produksi susu kami turun drastis karena PMK, ada sebagian mati, sebagian dijual karena panik. Sekarang sudah membaik, sekitar 70-80 persen menjadi 5.000 liter per hari," katanya.

"Sebetulnya kebutuhan pasar sampai 10 ribu liter, tapi kami mengutamakan permintaan lokal dulu. Pekerjaan rumah kami sekarang adalah meningkatkan produksi susu," ungkapnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar

Kebakaran Meluas, Wisata Gunung Bromo Ditutup Total

2 jam lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
Kebakaran Meluas, Wisata Gu...
Nasional
MTQ Nasional XXXI Dibuka, M...
Olahraga
Formula 1: Lewis Hamilton K...
Advertisement
Kapolri Listyo Sigit Hadiri Pameran Nasirun di Galeri Nasional, Apresiasi Seni Budaya Indonesia.

Kapolri Listyo Sigit Hadiri Pameran Nasirun di Galeri Nasional, Apresiasi Seni Budaya Indonesia.

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.