Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pelambatan Ekonomi Tiongkok Berimbas Luas ke Seluruh Dunia

📅 Selasa, 29 Agu 2023, 00:04 WIB | Oleh: Tim Redaksi

Asia dan Afrika merupakan wilayah yang paling terkena dampaknya, dengan nilai impor turun lebih dari 14 persen dalam tujuh bulan pertama tahun ini. Hal itu sebagian disebabkan oleh penurunan permintaan suku cadang elektronik dari Korea Selatan dan Taiwan, sementara penurunan harga komoditas seperti bahan bakar fosil juga berdampak pada nilai barang yang dikirim ke Tiongkok.

Sejauh ini, sebenarnya volume komoditas seperti bijih besi atau tembaga yang dikirim ke Tiongkok masih bertahan. Namun jika perlambatan terus berlanjut, pengiriman bisa terkena dampaknya, yang akan berdampak pada para penambang di Australia, Amerika Selatan, dan negara lain di seluruh dunia.

Selain perdagangan, harga produsen di Tiongkok telah mengalami kontraksi selama 10 bulan terakhir, yang berarti harga barang yang dikirim dari negara tersebut turun. Hal ini merupakan kabar baik bagi masyarakat di seluruh dunia yang masih berjuang menghadapi inflasi yang tinggi.

Harga barang-barang Tiongkok di dermaga AS telah turun setiap bulan pada tahun ini dan kemungkinan akan terus berlanjut hingga harga pabrik di Tiongkok kembali ke wilayah positif. Ekonom di Wells Fargo & Co memperkirakan bahwa "hard landing" di Tiongkok, yang mereka definisikan sebagai perbedaan 12,5 persen dari tren pertumbuhannya, akan memangkas perkiraan dasar inflasi konsumen AS pada tahun 2025 sebesar 0,7 poin persentase menjadi 1,4 persen.

Sedangkan dari sektor pariwisata, konsumen Tiongkok menghabiskan lebih banyak uang untuk jasa, seperti perjalanan dan pariwisata, dibandingkan barang. Namun, mereka belum melakukan perjalanan ke luar negeri dalam jumlah yang besar sehingga berdampak pada negara-negara yang bergantung pada pariwisata di Asia Tenggara seperti Thailand.

Keterpurukan ekonomi Tiongkok telah mendorong nilai mata uangnya turun lebih dari 5 persen terhadap dollar AS pada tahun ini, dengan yuan hampir menembus angka 7,3 pada bulan ini. Bank sentral telah meningkatkan pertahanannya terhadap yuan melalui berbagai tindakan termasuk penetapan mata uang harian.

Depresiasi yuan di luar negeri mempunyai dampak yang lebih besar terhadap mata uang lain di Asia, Amerika Latin, dan blok Eropa Tengah dan Timur.

Menurut Barclays Bank PLC, lemahnya sentimen limpahan dapat membebani mata uang, seperti dollar Singapura, baht Thailand, dan peso Meksiko seiring dengan meningkatnya korelasi.

"Dengan melemahnya perekonomian Tiongkok, sangat sulit untuk optimis terhadap perekonomian dan mata uang Asia," kata Magdalena Polan, kepala penelitian makro pasar negara berkembang di PGIM Ltd.

Industri Manufaktur

Pengamat ekonomi dari Universitas Katolik Atmajaya Jakarta, Yohanes B. Suhartoko, mengatakan perekonomian Tiongkok saat ini harus diakui sebagai salah satu kekuatan ekonomi dunia.

Penurunan ekonomi Tiongkok pasti berdampak terhadap ekonomi dunia, termasuk Indonesia. "Jika penurunan impor Tiongkok ini berlanjut ke terkontraksinya ekonominya, maka impor bahan bahan manufaktur dari Tiongkok juga akan turun dan industri manufaktur Indonesia akan turun juga, karena 30 persen impor bahan baru manufaktur dari Tiongkok," katanya.

Dalam jangka pendek tampaknya akan sangat terasa bagi perekonomian Indonesia, namun ke depan Indonesia harus memperluas tujuan ekspor, meningkatkan nilai tambah ekspor dan tidak menggantungkan impor bahan baku industri hanya terhadap beberapa negara, tetapi lebih banyak lagi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
Warga Russia Menjerit! Pemb...
PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
# 7
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.