Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pelambatan Ekonomi Tiongkok Berimbas Luas ke Seluruh Dunia

📅 Selasa, 29 Agu 2023, 00:04 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Pelambatan Ekonomi Tiongkok Berimbas Luas ke Seluruh Dunia Doc: ANTARA/AJI STYAWAN
Ket. PERLUAS PASAR TUJUAN EKSPOR I Pekerja mengolah getah tanaman karet di PTPN IX, Jawa Tengah, untuk ekspor di antaranya ke AS dan Tiongkok. Indonesia perlu memperluas tujuan ekspor tidak hanya ke pasar tradisional agar tidak terimbas jika negara tujuan ekspor mengalami masalah ekonomi.

» Perekonomian Asia terkena dampak paling besar dari lesunya perdagangan Tiongkok.

» Pemerintah perlu mencari pasar baru untuk produk berorientasi ekspor.

BEIJING - Perlambatan ekonomi Tiongkok dalam beberapa bulan terakhir menjadi peringatan ke seluruh dunia, karena ekonomi terbesar kedua dunia itu sempat diharapkan akan mendorong sepertiga pertumbuhan ekonomi global tahun ini.

Seperti dilansir Bloomberg, para pengambil kebijakan bersiap menghadapi goncangan terhadap perekonomian mereka seiring merosotnya impor Tiongkok mulai dari bahan bangunan hingga barang elektronik. Produsen peralatan konstruksi, Caterpillar, mengatakan permintaan Tiongkok terhadap alat berat yang digunakan di lokasi pembangunan lebih buruk dari perkiraan sebelumnya. Sementara itu, Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden, menyebut masalah ekonomi Tiongkok ini sebagai "bom waktu".

Investor global telah menarik lebih dari 10 miliar dollar AS dari pasar saham Tiongkok, dengan sebagian besar penjualan dilakukan pada saham-saham blue chips (unggulan). Goldman Sachs Group dan Morgan Stanley telah memangkas target mereka untuk ekuitas Tiongkok, dan Morgan Stanley juga memperingatkan risiko limpahan ke seluruh wilayah.

Sejauh ini, perekonomian negara-negara Asia terkena dampak paling besar terhadap perdagangan mereka, begitu pula dengan negara-negara di Afrika. Jepang melaporkan penurunan ekspor pertamanya setelah lebih dari dua tahun pada Juli setelah Tiongkok mengurangi pembelian mobil dan cip.

Begitu juga para bankir bank sentral di Korea Selatan dan Thailand pekan lalu menyebut lemahnya pemulihan Tiongkok sebagai penyebab penurunan perkiraan pertumbuhan mereka.

Namun, hal itu tidak semuanya merupakan malapetaka dan kesuraman. Perlambatan yang terjadi di Tiongkok akan menurunkan harga minyak dunia, dan deflasi di Tiongkok berarti harga barang-barang yang dikirim ke seluruh dunia akan turun. Hal itu menjadi keuntungan bagi negara-negara seperti AS dan Inggris yang masih berjuang melawan inflasi yang tinggi.

Beberapa negara berkembang seperti India juga melihat peluang tersebut, dengan harapan dapat menarik investasi asing yang mungkin meninggalkan Tiongkok. Namun demikian, sebagai negara dengan perekonomian terbesar kedua di dunia, perlambatan yang berkepanjangan di Tiongkok hanya akan merugikan, bukannya membantu negara-negara lain di dunia.

Analisis dari Dana Moneter Internasional (IMF) menunjukkan seberapa besar risiko yang dipertaruhkan ketika tingkat pertumbuhan Tiongkok meningkat sebesar 1 (satu) poin persentase, ekspansi global meningkat sekitar 0,3 poin persentase.

Perdagangan Merosot

Disebutkan, banyak negara terutama di Asia, menganggap Tiongkok sebagai pasar ekspor terbesar mereka untuk segala hal, mulai dari komponen elektronik dan makanan hingga logam dan energi.

Nilai impor Tiongkok telah turun selama sembilan dari 10 bulan terakhir karena permintaan turun dari rekor tertinggi yang dicapai selama pandemi. Nilai pengiriman dari Afrika, Asia, dan Amerika Utara semuanya lebih rendah pada bulan Juli dibandingkan tahun lalu.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
Warga Russia Menjerit! Pemb...
Luar Negeri
Belarus Cemas Jumlah Latiha...
Luar Negeri
Insiden Maut Chiang Rai: Te...
Ada Event Lari Lintas Alam, Jalur Pendakian Gunung Gede Pangrango Ditutup Seminggu

Ada Event Lari Lintas Alam, Jalur Pendakian Gunung Gede Pangrango Ditutup Seminggu

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
# 7
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.