Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

AS Tuding Rusia dan Tiongkok Lindungi Korea Utara di PBB

📅 Sabtu, 26 Agu 2023, 08:52 WIB | Oleh: Tim Penulis
AS Tuding Rusia dan Tiongkok Lindungi Korea Utara di PBB Doc: AP/John Minchillo
Ket. Pertemuan Dewan Keamanan PBB mengenai non-proliferasi nuklir terkait Republik Rakyat Demokratik Korea, 23 Maret 2023, di markas besar PBB.

PBB - Amerika Serikat pada Jumat (25/8) menuduh Tiongkok dan Rusia menghalangi respons Dewan Keamanan PBB terhadap peluncuran rudal Korea Utara, termasuk upaya Pyongyang menempatkan satelit mata-mata di luar angkasa pada Kamis.

Dalam pertemuan darurat Dewan Keamanan, 13 dari 15 anggota - kecuali Moskow dan Beijing - mengutuk uji coba satelit mata-mata kedua Pyongyang dalam tiga bulan, yang menggunakan teknologi rudal balistik.

"Ini seharusnya menjadi isu yang mempersatukan kita. … Namun sejak awal 2022, Dewan ini gagal memenuhi komitmennya karena hambatan dari Tiongkok dan Rusia," kata Duta Besar AS untuk PBB Linda Thomas-Greenfield.

"Ancaman nuklir DPRK semakin meningkat, dan Rusia serta Tiongkok tidak memenuhi tanggung jawab mereka untuk menjaga perdamaian dan keamanan internasional," tambahnya, menggunakan inisial DPRK, Republik Demokratik Rakyat Korea, nama resmi Korea Utara.

Thomas-Greenfield juga mengecam kehadiran pejabat Rusia dan Tiongkok di parade militer Korea Utara bulan lalu yang memamerkan drone baru dan rudal balistik antarbenua berkemampuan nuklir.

"Mereka merayakan - pelanggaran terhadap resolusi Dewan Keamanan dan terus memblokir tindakan Dewan Keamanan," kata Thomas-Greenfield tentang Moskow dan Beijing.

Pada Mei 2022, Tiongkok dan Rusia memveto resolusi yang memberlakukan sanksi baru terhadap Pyongyang, dan sejak saat itu, tidak ada resolusi atau deklarasi Dewan Keamanan mengenai Korea Utara yang diadopsi.

Tindakan terpadu Dewan Keamanan terakhir terhadap Korea Utara terjadi pada 2017.

Perwakilan Tiongkok dan Rusia mengatakan Washington harus disalahkan atas sikap agresif Korea Utara, dan merujuk pada latihan militer AS yang sedang berlangsung dengan Korea Selatan.

Korea Utara telah lama menyatakan bahwa program nuklirnya dilakukan untuk membela diri, dan hal yang sama juga berlaku untuk program satelitnya.

"Peluncuran satelit pengintaian kami merupakan pelaksanaan hak sah untuk membela diri guna mencegah semakin meningkatnya tindakan permusuhan militer Amerika Serikat," kata Duta Besar Korea Utara Kim Song. Negaranya tidak pernah mengakui resolusi Dewan Keamanan PBB mengenai hal tersebut, katanya.

Thomas-Greenfield menolak posisi itu.

"Kita semua tahu kebenarannya: DPRK mengutamakan paranoia dan kepentingan egoisnya di atas kebutuhan mendesak rakyat Korea Utara," katanya.

"Mesin perang DPRK dipicu oleh penindasan dan kekejaman," tambah Thomas-Greenfield."Ini memalukan dan merupakan ancaman besar bagi perdamaian global."

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Nasional
Pengungkapan Narkotika Keta...

Kemeriahan Gebyar PAUD Yogyakarta 2026

4 jam yang lalu | Fajar Alim M

Daerah
Kemeriahan Gebyar PAUD Yogy...
Megapolitan
Pelatihan Mengemudi Becak L...
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.