Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pekerja Ekonomi Gig Berkembang Pesat di Indonesia, dari Ojek hingga Penerjemah

📅 Jumat, 25 Agu 2023, 14:10 WIB | Oleh: Tim Penulis

Berapa jumlah pekerja gig di Indonesia?

Meski berkembang pesat, pemerintah masih gagap mengestimasi jumlah populasi pekerja gig ekonomi. Padahal, penting untuk mengetahui jumlah maupun tipologi dari pekerja gig agar dapat mencari kebijakan-kebijakan yang tepat.

Meski data Sakernas belum bisa secara sempurna memperkirakan jumlah pekerja gig di Indonesia, kita dapat menggunakan survei tersebut untuk melakukan perhitungan secara kasar.

Berangkat dari studi-studi sebelumnya yang pernah dilakukan di AS, Eropa dan Inggris, kami melakukan riset menggunakan data Sakernas 2019 untuk mengestimasi jumlah pekerja gig di Indonesia. Alasannya, Sakernas mulai mengikutsertakan pertanyaan mengenai apakah pekerja menggunakan internet pada pekerjaan utama-termasuk pemanfaatannya untuk komunikasi, promosi, atau transaksi-pada 2018 dan pertanyaan tambahan mengenai apakah proses penjualan barang/jasa dilakukan melalui situs web/aplikasi marketplace pada 2019. Sayangnya, pertanyaan-pertanyaan tersebut dihilangkan pada 2020.

Kami menggunakan dua pendekatan untuk melakukan pengukuran.

Pertama, terbatas hanya untuk pekerja yang berusaha sendiri di sektor jasa yang menggunakan internet dan yang proses penjualan barang/jasanya dilakukan melalui situs web/aplikasi marketplace. Dengan pendekatan ini, kami memperkirakan terdapat 430 ribu orang pekerja gig di Indonesia yang bekerja penuh waktu.

Meskipun pendekatan ini sangat jelas menggambarkan karakteristik pekerja gig, kekurangan muncul dari ambiguitas pertanyaan survei yang bisa menghasilkan angka di bawah kondisi sebenarnya (under-estimation). Seorang pengemudi ojek online, misalnya, belum tentu mendefinisikan aplikasi Gojek yang dipakainya sebagai aplikasi marketplace.

Pendekatan kedua mendefinisikan pekerja gig secara lebih umum, yakni sebagai pekerja yang berusaha sendiri di sektor jasa yang memanfaatkan medium internet pada pekerjaannya. Dengan pendekatan ini terdapat 2,3 juta pekerja gig di Indonesia pada 2019 yang bekerja penuh waktu. Rinciannya, 1,2 juta pekerja berkecimpung di sektor transportasi dan sisanya di sektor jasa lainnya.

Pendekatan ini menggambarkan lebih banyak opsi platform dalam ekosistem ekonomi gig dan tidak menghasilkan ambiguitas dalam pertanyaan survei. Kekurangannya, definisi ini juga mengikutsertakan pengemudi ojek yang menggunakan aplikasi media sosial untuk mendapatkan konsumen tanpa melalui perantara platform, sehingga angka yang dihasilkan bisa saja di atas kenyataan di lapangan (over-estimation).

Berangkat dari dua pendekatan di atas, terdapat 430 ribu hingga 2,3 juta orang yang bekerja di sektor gig sebagai mata pencaharian utama, atau setara dengan 0,3-1,7% dari total angkatan kerja di Indonesia pada 2019.

Karakteristik pekerja gig Indonesia

Data Sakernas juga membantu mengidentifikasi karakteristik pekerja gig, misalnya terkait jam kerja, gender, dan latar belakang pendidikan.

Kami menemukan bahwa pekerja gig di sektor transportasi memiliki jam kerja yang tinggi hingga mencapai 57 jam per pekan. Hal ini sejalan dengan banyak riset yang menggambarkan kondisi pekerjaan pengemudi ojek daring dan kurir yang terpaksa bekerja dalam waktu sangat panjang untuk mencapai target dan bonus harian.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Perubahan Cuaca Benarkah Dapat Mengakibatkan Infeksi?

46 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Perubahan Cuaca Benarkah Da...
Megapolitan
Pembangunan SDM dan Pengemb...

Pantai Harus Tampak Indah, tak Boleh Kumuh

54 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pantai Harus Tampak Indah, ...
Olahraga
Dua Petenis Terus Bersaing ...
Olahraga
Indonesia Turun Full Team B...
Megapolitan
Kapal Kandas karena Air Sur...

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.