Perlu Ditiru, J&T Express Olah 146 Kg Seragam Bekas Menjadi Produk Bernilai
📅 Kamis, 10 Sep 2026, 11:38 WIB | Oleh: Haryo BronoJAKARTA — Upaya mengurangi limbah tekstil dapat dilakukan dengan memberikan fungsi baru pada material yang sudah tidak terpakai. Langkah tersebut dilakukan J&T Express melalui J&T Express Sustainability Impact Program (J&T SIP), yang salah satu kegiatannya mengolah kembali seragam operasional kurir menjadi berbagai produk baru.
Selama 11 tahun beroperasi sebagai perusahaan jasa pengiriman, J&T Express telah mengembangkan aktivitas operasional yang melibatkan penggunaan berbagai material, termasuk seragam kurir. Ketika seragam tersebut tidak lagi digunakan, perusahaan melihat material itu masih dapat dimanfaatkan melalui proses upcycling.
Dalam program tersebut, seragam operasional kurir yang sudah melewati masa pakai terlebih dahulu melalui proses pembersihan. Material kemudian diolah menjadi sejumlah produk dengan fungsi berbeda, antara lain pouch, reusable bag, bag charm, dan sampul buku catatan (notebook cover).
Proses pengolahan tersebut dilakukan melalui kolaborasi dengan Liberty Society, sebuah social enterprise yang telah memperoleh sertifikasi B Corp. Kemitraan ini tidak hanya diarahkan untuk mengurangi limbah tekstil, melainkan juga menghadirkan manfaat sosial melalui keterlibatan perempuan perajin dari komunitas marginal.
“Sebagai perusahaan logistik, aktivitas kami sehari-hari tidak terlepas dari penggunaan seragam sebagai bagian dari operasional. Ketika masa pakai seragam sudah berakhir, kami melihat adanya kesempatan untuk mengolahnya kembali menjadi sesuatu yang tetap memiliki fungsi dan nilai, daripada berakhir sebagai limbah,” ujar Brand Manager J&T Express, Herline Septia, dalam keterangannya pada Rabu (9/9/2026).
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurut perusahaan, sebanyak 146 kilogram limbah tekstil berhasil diolah menjadi merchandise kit melalui inisiatif tersebut. Proses upcycling itu juga diperkirakan dapat menghindari emisi sebesar 1,25 ton karbon dioksida ekuivalen ().
Angka tersebut disebut setara dengan emisi yang dihasilkan dari perjalanan mobil berbahan bakar bensin sejauh kurang lebih 5.000 kilometer.
Selain memberikan dampak terhadap pengurangan limbah tekstil, program tersebut juga memiliki dimensi sosial. J&T Express melibatkan perempuan perajin dari komunitas marginal melalui kerja sama dengan Liberty Society dalam proses pembuatan produk.
Kolaborasi tersebut menghasilkan sekitar 1.488 jam kerja produktif selama proses produksi. Kegiatan itu sekaligus membuka kesempatan ekonomi bagi para perajin serta mendukung pengembangan keterampilan mereka.
“Bagi kami, keberlanjutan tidak berhenti pada bagaimana mengurangi limbah, tetapi juga bagaimana menciptakan manfaat yang lebih luas. Oleh karena itu, yang ingin kami ciptakan bukan hanya sekadar produk baru, melainkan juga nilai dan manfaat yang terus berlanjut, termasuk bagi masyarakat yang terlibat dalam prosesnya,” lanjut Herline.
Memperpanjang Masa Guna Material
Pendekatan upcycling pada seragam kurir merupakan salah satu bentuk penerapan prinsip ekonomi sirkular, yakni memperpanjang masa guna material dengan mengolah kembali barang yang sebelumnya berpotensi menjadi limbah.
Dalam konteks operasional perusahaan logistik, penggunaan seragam berlangsung dalam skala yang cukup besar dan melibatkan tenaga kurir yang tersebar di berbagai wilayah. Ketika seragam tidak lagi memenuhi kebutuhan operasional, material tekstilnya masih dapat memiliki kegunaan lain.
Melalui J&T SIP, perusahaan menyatakan terus mengeksplorasi berbagai cara untuk menerapkan prinsip keberlanjutan dalam aktivitas bisnis. Program pengolahan seragam menjadi produk baru menjadi salah satu upaya untuk mengurangi dampak lingkungan dari material operasional sekaligus menciptakan manfaat bagi komunitas yang terlibat.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!