Pekerja Ekonomi Gig Berkembang Pesat di Indonesia, dari Ojek hingga Penerjemah
📅 Jumat, 25 Agu 2023, 14:10 WIB | Oleh: Tim PenulisLangkah pertama yang perlu dilakukan oleh pemerintah Indonesia adalah memiliki basis data yang jelas soal jumlah, sebaran, dan karakteristik pekerja gig secara nasional.
Penting bagi pemerintah untuk mengukur jumlah pekerja ekonomi gig secara independen tanpa melibatkan para perusahaan penyedia platform. Ini karena data pekerja gig yang terintegrasi dengan survei tenaga kerja akan bermanfaat untuk analisis perbandingan antara pekerja gig dengan pekerja dan angkatan kerja secara keseluruhan.
Dengan memiliki data yang akurat soal ekonomi gig, pemerintah diharapkan akan bisa membuat kebijakan yang ideal untuk masa depan ekonomi gig yang berkelanjutan dan lebih berkeadilan.![]()
Nabiyla Risfa Izzati, Lecturer of Labour Law, Universitas Gadjah Mada ; Media Wahyudi Askar, Phd candidate, University of Manchester, dan Muhammad Yorga Permana, Lecturer in School of Business and Management ITB and PhD Student in Economic Geography, London School of Economics and Political Science
Sebaiknya Anda baca juga:
Artikel ini terbit pertama kali di The Conversation. Baca artikel sumber.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!