Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Teten Dorong Asean Perkuat Digitalisasi UKM 

📅 Rabu, 23 Agu 2023, 17:21 WIB | Oleh: Tim Penulis
Teten Dorong Asean Perkuat Digitalisasi UKM  Doc: ANTARA/Kuntum Riswan.
Ket. Menteri Koperasi dan UKM (MenKopUKM) Teten Masduki (tengah) bersama delegasi negara-negara ASEAN saat acara Opening Sixth ASEAN Inclusive Business Summit 2023 di kawasan Nusa Dua, Badung, Bali, Rabu (23/8/2023).

BADUNG - Menteri Koperasi dan UKM (MenKopUKM) Teten Masduki merangkul negara anggota Asean untuk memperkuat ekosistem digital bagi UKM untuk mencegah predatory pricing.

"Asean harus mendukung UKM, dan Asean harus bersatu untuk menjadi pusat produksi UKM dunia. Kita harus menawarkan peluang sinergi ekspor-impor produk, barang, dan jasa antara negara Asean," kata MenkopUKM Teten Masduki saat acara Opening Sixth Asean Inclusive Business Summit 2023 di kawasan Nusa Dua, Badung, Bali, Rabu (23/8).

Semua negara ASEAN, disebutnya, harus menyediakan data yang akurat untuk dan dari UKM. Selain mencegah praktik predatory pricing, penguatan ekosistem digital bagi UKM juga bisa dilakukan dengan meningkatkan literasi digital, memastikan kesetaraan dalam e-commerce dan memberikan kemudahan akses keuangan berdasarkan catatan transaksi untuk credit scoring.

Di lain sisi, ASEAN juga harus bertanggung jawab untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas UKM, mulai dari produk hingga model bisnis.

Menteri Teten menuturkan ASEAN memiliki pasar yang luas, sumber daya alam yang melimpah, potensi industri pariwisata, dan jumlah penduduk yang signifikan. ASEAN juga menghadirkan pasar yang sangat menjanjikan bagi dunia dengan jumlah penduduk sebesar 679 juta jiwa atau 8 persen dari populasi dunia.

Namun, pasar ASEAN yang menjanjikan dan dilengkapi dengan pertumbuhan ekonomi beberapa negara ASEAN berada di atas rata-rata global yaitu 5 persen, menyebabkan ASEAN sering menjadi sasaran produk lintas negara di luar ASEAN.

"Oleh karena itu, ASEAN harus mendukung UKM, dan ASEAN harus bersatu untuk menjadi pusat produksi UKM dunia. Kita harus menawarkan peluang sinergi ekspor-impor produk, barang, dan jasa antar negara ASEAN," tegasnya.

Tak hanya itu, Teten juga mengajak seluruh negara anggota ASEAN untuk bersama-sama meningkatkan komitmen terhadap bisnis inklusif guna memastikan terciptanya wirausaha muda dan UKM masa depan yang berbasis kreativitas dan teknologi.

"Bersama-sama, mari kita bayangkan masa depan bisnis ASEAN yang inklusif dengan UKM sebagai fondasinya," ucap dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

22 Oct 2026
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.