Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sempat Dilewati, Ini Alasan Coldplay Pilih Manggung di Indonesia

📅 Senin, 21 Agu 2023, 11:23 WIB | Oleh: Tim Penulis
Sempat Dilewati, Ini Alasan Coldplay Pilih Manggung di Indonesia Doc: The Conversation
Ket. Grup band asal Inggris Coldplay dijadwalkan tampil di Indonesia untuk pertama kalinya pada 15 November 2023.

Roswita Oktavianti, Universitas Tarumanagara

Grup band asal Inggris, Coldplay, dijadwalkan tampil di Indonesia untuk pertama kalinya pada 15 November 2023.

Masih jelas di ingatan, bagaimana band rock yang dibentuk tahun 1997 ini, terang-terangan melewati Indonesia dan memilih tampil di negara-negara tetangga seperti Singapura, Thailand, Filipina, dan Australia pada tur tahun 2017.

Mengapa melewati Indonesia? Saat itu, Indonesia dianggap negara yang tidak ramah terhadap lingkungan, dan abai memanfaatkan energi berkelanjutan. Prinsip yang dipegang teguh oleh Coldplay.

Coldplay terlihat masih memegang kuat prinsip tersebut ketika penulis menyaksikan konser mereka di Gothenburg, bulan lalu. Ini kota terbesar kedua di Swedia setelah ibu kota negara, Stockholm.

Sebelum konser dimulai, layar di panggung menampilkan sejumlah program kerja sama dengan organisasi lingkungan di berbagai negara yang didanai dari penjualan tiket. Aliran listrik selama pertunjukan bersumber dari energi terbarukan. Penonton diimbau membawa botol air isi ulang; wajib mengembalikan gelang (wristband) LED berbahan nabati; hingga menggunakan transportasi publik, bersepeda dan berjalan kaki menuju lokasi konser.

Syarat terakhir tentu mudah diterapkan oleh Gothenburg. Enam kali berturut-turut, kota ini menjadi destinasi paling berkelanjutan di dunia menurut the Global Destination Sustainability Index.

Tidak hanya isu lingkungan, Coldplay juga mengusung topik LGBTQ+ di konsernya.

Menariknya, meskipun Indonesia sama sekali tidak memiliki komitmen serius di kedua topik tersebut, Coldplay tetap memutuskan menggelar konser di sini.

Sebagai ilmuwan di bidang Ilmu Komunikasi yang fokus meneliti industri media, penulis mengkaji keputusan Coldplay untuk tetap manggung di Jakarta dengan menggunakan konsep "industri budaya" dan "konsumsi budaya" yang diciptakan oleh dua filsuf terkenal Jerman Theodor Adorno dan Max Horkheimer.

Industri budaya

Industri budaya menggambarkan produksi budaya massa dan hubungan kekuasaan antara produsen kapitalis dan konsumen massa. Budaya dan industri seharusnya dua hal yang bertentangan. Budaya mempunyai fungsi menghibur, solidaritas, mewariskan nilai.

Menurut antropolog Indonesia, Koentjaraningrat, kebudayaan melahirkan cipta, rasa, karsa. Hal-hal mendasar dalam hidup manusia seperti ideologi dan identitas. Sementara industri, melibatkan banyak kepentingan di dalamnya, bersifat komersial dan berorientasi pada keuntungan.

Dalam demokrasi kapitalis modern, batasan keduanya menjadi kabur atau bahkan runtuh. Kebudayaan yang merupakan gagasan dan sistem nilai manusia dan masyarakat, kemudian diuangkan, dieksploitasi, dikomodifikasi sedemikian rupa untuk kepentingan pihak-pihak tertentu.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

26 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...

Peremajaan lahan perkebunan kelapa

35 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Peremajaan lahan perkebunan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.