Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Coober Pedy, Pemukiman Bawah Tanah di Tengah Australia yang Gersang

📅 Senin, 21 Agu 2023, 06:10 WIB | Oleh:

Di punggung bukit yang menghadap ke semua ini adalah satu-satunya pohon di kota itu, sebuah patung yang terbuat dari logam. Coober Pedy sangat kosong. Bangunan-bangunannya sangat luas, dan ada sesuatu yang tidak cocok.

Beberapa ruang hasil penggalian di Coober Pedy, dapat diakses melalui apa yang tampak seperti bangunan kecil biasa. Saat melangkah masuk, lorong bawah tanahnya secara bertahap menampakkan diri. Lainnya lebih jelas di Riba's, sebuah tempat perkemahan di mana orang dapat mendirikan tenda mereka di relung beberapa meter di bawah tanah, pintu masuknya berupa terowongan gelap.

Di Coober Pedy, bangunan bawah tanah harus memiliki kedalaman setidaknya empat meter untuk mencegah atapnya runtuh. Di bawah tanah suhunya selalu nyaman yaitu 23 Celsius. Sementara suhu di tasnya sangat panas panas pada musim panas dan sangat dingin pada musim dingin antara 2 hingga 3 Celsius. Namun di dalam tanah suhu kamarnya tetap sama selama 24 jam sehari, sepanjang tahun.

Selain kenyamanan, satu keuntungan utama dari kehidupan bawah tanah adalah uang. Coober Pedy menghasilkan semua listriknya sendiri. Sebesar 70 persen di antaranya ditenagai oleh angin dan matahari.

"Untuk hidup di atas tanah, Anda membayar sangat mahal untuk pemanasan dan pendinginan, padahal sering di atas 50 Celsius di musim panas," kata Jason Wright, seorang penduduk yang menjalankan usaha dengan nama Riba's kepadaBBC.

Di sisi lain, banyak rumah bawah tanah di Coober Pedy relatif terjangkau. Selama lelang baru-baru ini, rata-rata rumah dengan tiga kamar tidur terjual sekitar 40.000 dollar Australia atau 26.000 dollar AS.

Manfaat lainnya dari ruang bawah tanah adalah bebas serangga dan bebas dari polusi udara dan cahaya. "Ketika Anda sampai di pintu, lalat melompat dari punggung Anda, mereka tidak ingin masuk ke dalam kegelapan dan dingin," kata Wright.

Anehnya, gaya hidup di bawah tanah mungkin juga melindungi dari gempa bumi, yang digambarkan Wright sebagai menghasilkan suara getar yang menggema menjadi crescendo. "Kami sudah mengalami dua kali sejak saya tinggal di sini dan saya bahkan tidak pernah tersentak," kata dia. hay/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Ekonomi
Antrean BBM Jadi Sorotan, G...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.