PLTU Batu Bara Wajib Pasang Filter untuk Kurangi Polusi
📅 Rabu, 16 Agu 2023, 01:53 WIB | Oleh: Tim RedaksiItulah kenapa polusi di tengah malam dan pagi lebih parah karena malam hari adalah beban puncak listrik, saat batu bara dibakar sebanyak-banyaknya.
Ridwan Hardiawan, senior drilling engineer di Jadestone Energy mengatakan, itu juga sebabnya kenapa saat car free day di hari Minggu, udara Jakarta tetap kotor karena asapnya berasal dari industri yang membakar batu bara di malam hari. "Kadar udara tetap kotor walapun mobil-mobil berhenti beroperasi," katanya.
Itu juga kenapa kota Tangerang Selatan (Tangsel) beberapa kali lebih tercemar udaranya daripada Jakarta dan Bekasi karena Tangsel lebih dekat dari lokasi PLTU batu bara di Banten.
Karena itu mobil listrik bukan solusi kalau sumber listriknya masih bergantung pada energi batu bara. Malah hanya akan membakar batu bara lebih banyak lagi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pakar kesehatan masyarakat dari Universitas Airlangga (Unair), Corie Indria Prasasti, mengatakan perlu melakukan penghematan energi sekaligus mendukung energi terbarukan. Sebisa mungkin, matikan peralatan listrik yang tidak digunakan dan pertimbangkan untuk menggunakan lampu hemat energi serta peralatan elektronik yang efisien. "Dukungan juga diperkuat untuk penggunaan sumber energi terbarukan seperti matahari dan angin guna mengurangi penggunaan bahan bakar fosil," tuturnya.
Pemerintah, katanya, harus mengimplementasikan regulasi dan kebijakan yang ketat terkait emisi polutan udara dan perlindungan terhadap lingkungan, termasuk aturan untuk pembangkit listrik, dan sektor lain yang berkontribusi pada polusi udara.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!